Justisia.com-Beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Universitas (UKM U) dikenalkan di PBAK UIN Walisongo pada Kamis (22/08). Setelah dikenalkannya UKM Fakultas pada hari Sebelumnya (21/08).

Salah satu UKM U yakni Mawapala atau Mahasiswa Pecinta Alam, merupakan sebuah perkumpulan mahasiswa yang mempunyai kegiatan berpetualang ke alam bebas.

Syarif, salah satu mahasiswa yang aktif di UKM U Mawapala menjelaskan mengenai organisasi ini ketika diwawancarai kru Justisia di lapangan Febi, Kamis pagi (22/08).

Ia mengatakan bahwa di Mawapala sendiri terdapat beberapa divisi, di antaranya divisi panjat tebing, susur gua, naik gunung, arung jeram, konservasi lingkungan hidup, dan sar.

“Kegiatan kita ‘kan di alam dan terkadang memotong jadwal kuliah, maka hal itu kan harus diketahui orang tua”, jelas Syarif.

Mahasiswa kelahiran 1994 ini menjelaskan bahwa selama 31 tahun berdiri mawapala UIN Walisongo tidak pernah mengalami kecelakaan yang sampai meninggal atau patah tulang.

“Cuma terkadang ada yang luka ringan seperti lecet kulitnya atau lebam karena yang namanya berpetualang di alam bebas hal itu adalah wajar. Sebab mahasiswa baru yang memasuki mawapala akan dididik bagaimana cara agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan”, ujarnya.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka diadakan latihan guna mendidik dan melatih mahasiswa baru agar dapat mengamalkan ilmunya ketika sudah terjun langsung dengan alam bebas.

Latihan tersebut diadakan dua kali dalam seminggu.

“Biasanya sore kemudian dilanjutkan sesudah maghrib sampai jam 8 atau maksimal jam 9 tergantung materi yang disampaikan”, ungkapnya.

Untuk menjadi anggota resmi mawapala maka mahasiswa baru harus mengikuti diksar (pendidikan dasar) selama seminggu.

“Tapi selama 7 hari itu, kita juga mempunyai izin resmi ke kampus, jadi untuk masalah sistem absensi online itu bisa teratasi”, tandasnya.

“Mawapala tidak sekedar hiburan atau hobi semata namun juga bermanfaat untuk masa depan. Semisal kalau mengikuti UKM Menwa akan menjadi tentara, maka Mawapala juga bisa menjadi atlet atau bisa menjadi anggota basarnas”, ujar mahasiswa semester 9 ini.

Ia menambahkan bahwa Mawapala hadir untuk mempelajari pemahaman yang benar tentang alam.

“Mawapala tidak hanya belajar di kampus dan alam saja, namun juga terkadang beberapa mahasiswa tertentu dikirim untuk mengikuti pelatihan dengan Basarnas langsung”, pungkasnya.

Reporter: Najih
Penulis: Najih
Editor: Harly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here