Justisia.com Rentetan kejadian demonstrasi dengan tagar #reformasidikorupsi di berbagai penjuru kota di Indonesia beberapa waktu yang lalu menyisakan catatan kelam korban jiwa. Katalisator demonstrasi ditengarai atas respon beberapa polemik RUU KUHP kontroversial yang dirasa anti-rakyat. Beberapa nama yang tercatat antara lain:

Bagus Putra Mahendra (15), murid SMK al-Jihad Tanjung Priok, Jakarta Utara, dilansir dari detik.com, Bagus meninggal tertabrak truk kontainer di Tanjung Priok pada rabu (25/09), saat perjalanan long march bersama anak-anak sekolah menuju gedung DPR.

Maulama Suryadi (23) masyarakat sipil, tewas saat aksi demo di sekitar Gedung DPR pada rabu (25/09). Dilansir dari detik.com, Setelah menjalani tes pemeriksaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.  Suryadi dinyatakan meninggal karena sesak nafas.

Namun, Ibu Suryadi,  Maspupah, menyatakan pada jenazah anaknya ditemukan banyak bekas luka benda tumpul serta kuping dan hidung almarhum juga terus mengeluarkan darah.  Bahkan hingga saat akan dikebumikan.

Randy (22), mahasiswa fakultas perikanan dan ilmu kelautan universitas Halu Oleo (UHO), kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Randy ditemukan jatuh di tengah area demonstrasi, Kantor DPRD Sulawesi Utara, pada kamis (26/09).

Randy tewas tidak lama saat setelah dilarikan ke RSUD Abu Nawas kota Kendari. Seperti dilansir tempo.co, hasil otopsi tim dokter forensik RSUD Abu Nawas, memastikan bahwa Randy tewas akibat tertembus peluru tajam.

Muhammad Yusuf Kardawi (19),mahasiswa D3 tehnik sipil Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari. Korban bentrok dengan polisi di sekitar kantor DPRD Sulawesi Utara pada (26/09), sempat mendapatkan pertolongan saat kritis, dan 2 jam dioprasi di RSUD Bahteramas, Kendari sebelum dinyatakan meninggal pada Kamis (26/09) malam

Akbar Alamsyah, korban kerusuhan demo di sekitar DPR pada rabu (25/09). Ditemukan terluka pada Kamis (26/09) dini hari. Setelah itu, Akbar dibawa ke Polres Jakarta Barat dan, setelah didata, diberi perawatan medis awal, kemudian dirawat di RS Pelni, RS Polri lalu dirujuk ke RSPAD dan dirawat dalam keadaan koma sejak saat itu.

Akbar disebut mengalami tempurung kepala hancur dan ginjalnya bermasalah. Dua pekan setelah demo, Akbar menghembuskan nafas terakhirnya pada kamis 10/10. Akbar ditetapkan sebagai tersangka lantaran terlibat dengan aksi demo ricuh di depan Gedung DPR.

Penulis : Rusda Akhir Zaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here