Beberapa waktu yang lalu, grup kenamaan Westlife sempat tampil di beberapa kota besar di Indonesia. Harga tiket yang cukup merogoh kocek, nyatanya tidak menutup antusias masyarakat Indonesia untuk menonton konser yang diadakan.

Kali ini yang unik untuk dibahas bukanlah hingar bingar gelaran konsernya. Tidak pula harga tiket konsenya yang lagi-lagi memang mahal. melainkan yang cukup menarik dan masih hangat utuk diperbincangkan adalah kehidupan salah satu personilnya. Benar, siapa lagi jika bukan Mark.

Mark Feehily yang telah bertunangan dengan pasangannya Cailean O’neill akhirnya dapat mewujudkan impian mereka untuk memiliki seorang momongan. Jangan kaget, walaupun Westlife pernah menyanggah bahwa ada personilnya yang gay, nyatanya kejujuran memang ada kalanya juga sulit untuk ditahan.

Dengan gagah berani Mark mengakui bahwa dia memang benar penyuka sesama jenis, dan benar juga dia ingin mempunyai seorang anak dari hubungan yang telah dia jalin dengan kekasihnya itu.

Melalui proses Surrogate Mother atau ibu pengganti, Mark dan Cailan sudah sah dan afdhol sebagai orang tua. Info ini turut disebarkan di laman Instagram milik mark, yang mana pada captionnya Mark mengungkapkan rasa bahagianya.

Surogasi adalah suatu pengaturan atau kesepakatan yang di dalamnya mencakup persetujuan seorang wanita yang pada akhirnya menjalani kehamilan bagi orang lain. Dilansir dari laman curhatbidan.com dijelaskan jika terdapat dua jenis utama surogasi.

Pertama, surogasi gestasional. Jenis ini janin yang nantinya akan dikandung oleh Surrogate Mother berasal dari sel telur istri dan sel sperma suami. Kemudian embrio yang ditransfer ke dalam rahim seorang Surrogate Mother adalah hasil dari sebuah proses Fertilisasi In Vitro, atau lebih mafhum disebut dengan bayi tabung.

Kedua, surogasi tradisional, untuk jenis yang ini Surogate Mother memiliki peran untuk mendonorkan sel telurnya. Nantinya sel telur akan dibuahi oleh sperma hasil sumbangan suami dari pasangan yang sah. Dari dua jenis itu yang menjadi perbedaan adalah keterkaitan genetik yang akan Nampak pada sang anak.

Surogasi bagi banyak orang masih dianggap tabu. Padahal jika menelisik akar rumput surogasi sudah dikenal oleh beberapa etnis yang ada di Nigeria sejak lama. Suku Igbo dan Yoruba sudah mengenal praktik semacam ini sebagai solusi ketika seorang istri tidak bisa hamil.

Di negara yang cukup terbuka dalam sistem kepercayaan, atau melegalkan pernikahan sesama jenis, maka akan banyak muncul pasangan sejenis yang memiliki anak. menjadi pertanyaan apakah surogasi diperbolehkan di Indonesia ?

Termaktub dalam Pasal 127 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, mengatur bahwa usaha atau upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya dapat dilakukan oleh pasangan suamin istri yang sah dengan ketentuan :

  1. Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana ovum berasal;
  2. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.

Pada fasilitas pelayanan kesehatan tertentu. Muncul pula perntanyaan yang lain, jadi makna sesungguhnya menjadi seorang ibu itu apa? Tentu kaitannya dengan dua jenis utama surogasi yang telah dijelaskan di atas.

Hubungan antara ibu genetik, gestasional, dan sosial rasanya sangat abstrak sekali untuk dijelaskan jika melihat bagaimana semestinya titah manusia dilahirkan.

Kelak kekhawatiran pertanyaan yang akan terlontar dari mulut anak hasil dari surogasi nampaknya juga menjadi bom waktu. Contoh, ketika anak Mark dan O’neil tumbuh besar dan telah paham ternyata di dunia ini ada dua jenis manusia, laki-laki dan perempuan. Sel telur akan dibuahi oleh satu sperma terkuat yang berhasil menembus dinding organ tersebut. Terciptalah nadi-nadi kehidupan.

Keanehan muncul, mengapa kedua orang tuanya memiliki anatomi yang sama. Maksudnya, agaknya penegasan diperbolehkannya surogasi memang harus dipikir secara dalam serta penuh pertimbangan berbgai aspek.

Hal semacam ini pasti akan muncul, terlebih jika paangan tersebut sesama jenis. Memang perubahan pola pikir sosial nampaknya membiaskan warna pelangi yang dulu hanya delapan menjadi akar kuadrat dari delapan mungkin.

Sayang anak sayang anak sayang anak-.

Penulis: M. Rifqi A.

Editor: Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here