Korlap Aksi :Rapatkan Barisan, Hati-hati Penyusup.

0
510
+ posts

Justisia.com – Kordinator Aksi Aliansi Semarang Cornelius Gea menghimbau agar massa tak teprovokasi penyusup.

Cornel mengatakan aksi seperti ini rawan ditunggangi oleh provokator.

“Saling berpegangan dengan kawan dengan lainnya. Jangan sampai penyusup masuk,” ungkap di depan ribuan peserta aksi saat Longmarch Simpang Lima, Selasa, (24/09)

Aksi yang digelar di depan Gubernuran diikuti oleh 13 kampus se-Semarang terdapat tujuh tuntutan.

Berikut tuntutan Aliansi Semarang Raya.

  1. Menuntut DPR RI mencabut RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan , RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan dan Mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja, RUU Rumah Tangga, dan RUU Masyarakat Adat.
  2. Menunt Presiden untuk mengeluarkan PERPUU Pencabutan UU KPK dan UU Sumber Daya Air.
  3. Menuntut Kepala Presiden untuk memberikan sanksi tegas kepada korporasi pembakar hutan.
  4. Menuntut Kepolisian RI untuk membebaskan dan menghentikan kriminilisasi aktivis Papua, Pejuang HAM, dan bertanggungjawab atas nama baik pemulihan setiap aktivis. Mengehentikan segala intimidasi terhadap masyarakat Papua.
  5. Menuntut kepada pemerintah untuk menjamin terlaksananya pemberian jasa layanan kesehatan BPJS yang baik dengan skema pembiayaan yang ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah sebagai lembaga yang berkewajiban untuk mrmenuhu hak atas kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia.
  6. Menutut Pemerintah untuk mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM masa lalu.
  7. Menuntut pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang demokratis, gratis dan trasnparan dalam keuangannya, menghentikan komersialisasi pendidikan yang mengakibatkan akses pendidikan semakin sulit diperoleh oleh seluruh rakyat Indonesia. Meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan mengangkat guru honorer golongan K2 menjadi PNS dan atau PPPK memoratoriun kebijakan PPG bagi lulusan LPTK.

Reporter: Rais
Editor: AD

Baca juga:  Perpustakaan Siap Pindah Menuju Gedung Baru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here