Kebumen- Justisia.com Wiwit Heryanto (30) tak menyangka video pengeroyokan belasan anggota gabungan Kodim 0709 Kebumen dan Yonif 093/ WP terhadap dirinya, viral. Ia mengaku saat akan dipukuli oleh TNI berusaha menjauh dari kerumunan.

“Saya jalan pelan-pelan, lalu ditendang. Melihat disebrang ada senapan yang mengarah padaku lau tiarap. Injakkan dari belakang dan pukulan menggunakan pengtungan mebuat sekujur tubuh saya memar,” katanya saat diwawancarai justisia.com , Rabu (11/09/2019).

Wiwit sudah sempoyongan pasca pentungan dan injakkan melayang pada tubuhnya. Beruntung ada teriakkan dari warga agar menghentikkan perbuatan keji. “Sudah-sudah pak, jangan dihajar terus,” tuturnya menirukan ucapan warga yang ikut aksi.

Beda nasib dengan Wiwit, Haryanto (42) dan Wawan (26) terkena peluru karet serta bogem mentah saat TNI dan massa saling dorong. “Ketika pegang paha belakang, ternyata berdarah. Saya langsung dilarikan ke puskesmas agar dicek. Peluru karet yang ditembakkan ternyata mleset,” ungkapnya.

Wawan, korban bogem mentah anggota TNI. Kejadiannya saat aksi dorong-mendorong antara warga dan TNI

Berdasarkan press release yang dikeluarkan Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPKKS) Seniman, terdapat 16 korban dari warga setempat pemukulan oleh TNI.

Pendamping warga FPKKS, Teguh Purnomo mengingatkan kepada TNI kejadian tahun 2011 lalu tidak terulang lagi di mana rakyat dikriminalkan oleh TNI sehingga ada beberapa warga masuk penjara.

“Kejadian hari ini jelas, bahwa ada oknum TNI yang main hakim sendiri dengan memukuli 16 warga, sehingga mereka (TNI AD) harus diproses secara pidana,” pungkasnya

Reporter : Adib
Penulis : Rais
Editor : Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here