Kontradiktif Musmaju dan Pemilwa

0
636

Pemilihan Ketua Organisasi Mahasiswa (Ormawa) semakin dekat, pesta demokrasi tahunan yang dilaksanakan guna memilih Ketua Senat Mahasiswa (Sema), Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) UIN Walisongo Semarang.

Sistem pemilihan Ketua Ormawa memiliki dua model, yakni sistem musyawarah mahasiswa Jurusan (Musmaju) dengan Pemilihan Mahasiswa (pemilwa) yang mana kedua sistem yang ada ini saling kontradiktif.

Antara musmaju dan pemilwa seperti warna hitam dan putih. Musmaju merupakan representasi dari keadaan pemilu zaman order baru yakni demokrasi perwakilan. Sedangkan pemilwa adalah representasi dari keadaan pemilu zaman sekarang yang kerap disebut demokrasi langsung.

Adanya 2 sistem ini disebabkan karena perbedaan kebijakan dari Kemenag RI dengan UIN Walisongo dan Sema UIN Walisongo. Dimana Musmaju ini diatur oleh Kemenag RI sesuai SK Dirjen Pendis (pendidikan Islam) Nomor 4961 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan yang ditetapkan pada 5 September 2016.

Sedangkan Pemilwa, diatur dalam SK Rektor UIN Walisongo Nomor 196 tentang Pedoman Organisasi Kemahasiswaan UIN Walisongo Semarang dan Undang-undang Senat Mahasiswa UIN Walisongo nomor 02 tentang Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa).

Baca juga:  Mawapala, Wadah Bagi Mahasiswa Pecinta Alam

Antara Musmaju dengan Pemilwa masing-masing memiliki mekanisme sendiri-sendiri dan perbedaan yang mencolok diantaranya:

Mekanisme

  • Musmaju

a. Sistem pemilihan menggunakan Asas keterwakilan,
b. SEMA bertanggung jawab untuk melakukan penjaringan Dan memfasilitasi proses pemilihan anggota SEMA ketua DEMA, dan ketua HMJ,
c. Calon anggotan SEMA dan Ketua DEMA adalah utusan perwakilan jurusan dengan kuota 1 mahasiswa per jurusan,
d. Calon Ketua HMJ adalah utusan perwakilan kelas dengan kuota 1 mahasiswa per kelas,
e. Pemilih anggotan SEMA dan ketua DEMA adalah utusan perwakilan jurusan dengan kuota 1 Mahasiswa per jurusan,
f. Pemilih Ketua HMJ adalah utusan perwakilan kelas dengan kuota 1 mahasiswa per kelas,
g. Alur sistem pemilihan sebagai berikut:

  1. SEMA membentuk panitia dan melakukan penjaringan calon anggota SEMA sesuai dengan ketentuan poin (c).
  2. Pemilih yang tertuang dalam poin (e) melakukan proses pemilihan anggota SEMA baru.
  3. SEMA baru terpilih selesai secara struktural dan legal formal membentuk panitia untuk penjaringan calon ketua DEMA dan ketua HMJ sesuai dengan ketentuan poin (c) dan (d).
  4. Pemilih yang tertuang dalam poin (e) dan (f) melakukan pemilihan Ketua DEMA dan Ketua HMJ.
  • Pemilwa
Baca juga:  Akun IG Resmi Sema FSH hingga HMJ

a. Sistem pemilihan menggunakan Asas demokrasi,
b. SEMA dan DEMA bertanggung jawab untuk melaksanakan Pemilwa dengan membentuk Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM),
c. Peserta Pemilwa adalah Partai Mahasiswa yang diatur oleh produk hukum SEMA,
d. Calon anggota SEMA, Ketua DEMA dan HMJ adalah kader Partai Mahasiswa,
e. Pemilih adalah setiap mahasiswa UIN Walisongo Semarang.
f. Alur sistem pemilihan sebagai berikut:

  1. Pelaksana adalah Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) yang dibantu Panitia Pelaksana Pemilihan Mahasiswa (P3M),
  2. Partai Mahasiswa melakukan pendaftaran legal formal kepada Kementerian Dalam Negeri DEMA UIN Walisongo Semarang.
  3. Partai Mahasiswa melakukan pendaftaran sebagai peserta pemilwa kepada KPM.
  4. Partai Mahasiswa melakukan pendaftaran kadernya sebagai calon anggota SEMA, Ketua DEMA dan Ketua HMJ.
  5. KPM dibantu P3M melaksanakan proses pemilihan anggota SEMA, Ketua DEMA, dan Ketua HMJ.

Perbedaan Mencolok

a. Musmaju menggunakan Asas keterwakilan, pemilwa dengan asas demokrasi,
b. Musmaju lebih mengedepankan kompetensi antar jurusan, sedangkan Pemilwa lebih kompetisi antae Partai Mahasiswa,
c. Musmaju dipresiksi memakan waktu yang lebih lama dibandingkan Pemilwa, dan
d. Musmaju diharapkan bisa memangkas penganggaran dana pelaksanaan lebih hemat dibandingkan dengan Pemilwa.

Baca juga:  UIN Walisongo Siapkan Diri Guna Menghadapi New Normal

Data tersebut bersumber dari maklumat Ketua SEMA UIN Walisongo, Aghisna Bidikril Hasan. “Secara kedudukan, Musmaju memiliki kekuatan hukum yang lebih kuat dibandingkan dengan pemilwa”, tutur Agisna pada Rabu (16/10).

Ia juga menuturkan bahwa penentuan sistem pemilihan akan dilaksanakan pada Senin 21 Oktober 2019.

Penulis: Sidik
Editor: Harly

Berita terkait: Sistem Pemilihan Ketua Ormawa Belum Ditentukan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here