Kejujuran Dapat Satukan Umat

0
197
Sahabat Gus Dur, Pendeta Tjahjadi Nugroho di acara Haul ke-9 Gus Dur yang diselenggarakan Gusdurian Semarang di Pastoran Yohanes Maria, Sabtu, (29/12) malam. (Dok: Danil)

justisia.com Kejujuran bahasa spritual yang menyatukan umat. Agamawan harus menyampaikan nilai-nilai ini kepada umat.

Perilaku jujur K.H Abdurahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur bisa dipahami multidimensi. Ia dapat bersimpul dengan sudut mana saja.

“Tidak ada bahasa spritual yang sama kecuali, kejujuran,” tutur Sahabat Gus Dur, Pendeta Tjahjadi Nugroho di acara Haul ke-9 Gus Dur yang diselenggarakan Gusdurian Semarang di Pastoran Yohanes Maria, Sabtu, (29/12) malam.

Gus Dur menganggap bahasa sebagai produk budaya yang penting. Pasalnya membangun fisik dan psikis manusia.

“Rumus mekanika bisa jadi, rumus yang sama dipakai Rusia, Amerika, dan China tanpa melihat agama. Jadi semua manusia saling menambahkan untuk ilmu pengetahuan, tuturnya. .

Namun disayangkan, bahasa spiritual untuk rahmatan lil alamin berbanding terbalik dalam kenyataan hidup

“Bahasa spiritual manusia belum sama, pemaknaanya berbeda. Sering timbul egoism ketimbang persatuannya,” tambahnya.

Haul ke-9 Gus Dur oleh Gusdurian Semarang puncak dari acara haul yang di mulai di Gusdurian Walisongo dan Gusdurian Unwahas.

Ini malam puncaknya, ungkap Koordinator Gusdurian Semarang, Abdul Ghofar.

Selain Pendeta Tjahjadi Nugroho, hadir pula Tokoh Muda NU, Iman Fadhilah Ketua KAS Keuskupan Semarang. Romo Alysious Budi Purnomo, dan Budayawan Muhammad Shobary. (Rep: R/Red:AF)