Justisia.com – Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW) kecewa atas beredarnya draf keputusan persoalan TOEFL dan IMKA di lingkungan civitas UIN Walisongo, Jumat (3/5/2019).

Pihak pimpinan rektor UIN Walisongo diduga keluarkan putusan sepihak persoalan TOEFL dan IMKA. Sehingga keputusan ini melanggar kesepakatan yang ditandatangani perwakilan KBMW dan Wakil Rektor III Suparman Syukur di ruang rapat lantai II rektorat Kampus I UIN Walisongo, Selasa (2/5/2019) siang.

Koprdinator KBMW Aghisna menyayangkan keputusan pimpinan yang beredar karena mencederai kesepakatan aksi.

“Kebijakan yang cacat karena pada saat aksi kami hanya ditemui Wakil Rektor III dan Kepala PPB sedangkan Rektor, Wakil Rektor I Musahadi dan Wakil Rektor II Imam Taufik tidak hadir,” ungkapnya

Saat kami konfirmasi Wakil Rektor I Musahadi, menyatakan tidak mengikut rapat di hari Jumat (3/5/2019) dikarenakan sedang tugas di luar kota dan membenarkan bahwa rapat Senin (6/05/2019) pagi akan membahas permasalahan TOEFL dan IMKA.

“Saya masih tugas luar. Dari MK langsung ke ITB. Jadi saya tidak ikut rapat. InsyaAllah Senin ada rapat pimpinan. Salah satu agendanya besar kemungkinan adalah mencari solusi terbaik ujian TOEFL dan IMKA,” katanya saat dihubungi melalui aplikasi berbalas pesan Whatshapp, Sabtu (4/5/2019) pagi.

Redaksi Justisia.com juga mengonfirmasi terkait kebenaran kabar yang beredar serta hasil putusan rapat yang dilaksanakan pada Jumat (3/5/2019) itu kepada Rektor Muhibbin, Wakil Rektor II Imam Taufik, dan Kepala PPB Syaifulloh. Namun ketiganya tidak memberi respon sampai berita ini ditayangkan.

Keputusan ini berbanding lurus dengan janji pihak rektorat melalui Wakil Rektor III Suparman Syukur saat menemui demonstran di lantai 2 rektorat Kampus 1 UIN Walisongo, Kamis (2/5/2019) siang lalu yang akan melibatkan mahasiswa pada saat pemutusan permasalahan TOEFL dan IMKA.

“Saya akan menjadi garda terdepan dalam penyelesaian permasalahan ini,” ujar Suparman.

Senada dengan Suparman Syukur, Kepala PPB Syaifulloh mengajak mahasiswa untuk mengawal rapat permasalahan TOEFL dan IMKA.

“Adik-adik bisa mendampingi forum pada hari Senin depan,” ucapnya.

Dan berikut edaran yang tersebar di grup-grup Whatshapp terkait rapat pimpinan yang dilaksanakan pada hari Jumat, (3/5/2019).

Assalamu’alaikum…

Hasil rapat yang di pimpin oleh bapak Rektor sebagai tindak lanjut dari adanya demo mahasiswa tentang TOEFL dan IMKA:

1. Melalui Fakultas masing masing mohon untuk mendata/mendaftar mahasiswa yg mau habis masa studinya dan yang mau maju ujian skripsi yg sdh dapat acc pembimbing.

2. PBB akan melaksanakan percepatan pelaksanaan ujian TOEFL dan IMKA diluar pendaftaran online.

3. Untuk kebih detailnya akan diterbitkan edaran Rektor tentang hal ini.

Demikian dan dimohon kepada para pimpinan untuk bisa mensosialisasikan. (Rep:Rais/Red:Am)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here