Semarang, Justisia.comPenulis kondang asal Yogyakarta, Mohamad Sobary percaya akan ada sosok yang menjadi the next Gus Dur.“La yo ada,”jawabnya singkat saatditemui usai haul Gus Dur ke-9 yang diadakan Gusdurian Kota Semarang di Pastoran Yohanes Maria, Semarang, Sabtu malam (29/12/2018).

Pria yang akrab disapa Kang Sobary ini menuturkan, bahwa ada dua unsur utama bagi calon-calon Gus Dur. Satu, menjadi teladan ilmu. Tokoh yang akan mengganti Gus Dur itu adalah orang yang memiliki wawasan teori dan khasanah keilmuan yang luas, mulai dari ilmu agama, ilmu politik, ilmu sosial pada umumnya terutama dengan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan menanamkan rasa cinta kepada sesama.

Yang nomor dua, orang itu harus menjadi teladan laku. Karena Gus Dur itu merupakan teladan ilmu dan teladan laku. Sikapnya kepada orang lain itu penuh rasa hormat, sayang, memberi perlindungan, dan penuh kesiagaan untuk memberi pertolongan kepada sesama yang tertindas tanpa mempertimbangkan kesulitan bagi dirinya. Pokoknya tidak bisa dibiarkan bila ada yang tertindas,” papar laki-laki kelahiran 7 Agustus 1952.

Kepada reporter Justisia.com, Penulis esai “Kang Sejo Melihat Tuhan” ini mengatakan, bahwa Gus Dur adalah pembela kaum yang tertindas. Maka, memang sulit untuk mencari orang seperti Gus Dur, dan pantas jika Gus Dur menjadi idola semua kalangan, entah yang muslim, non muslim, kaum minoritas seluruh nusantara. Dan merupakan tokoh yang paling banyak ditangisi oleh semua kalangan.

Saat disinggung tentang hal yang membedakan Gus Dur dalam memperjuangankan mereka yang tertindas, budayawan kondang ini, mengatakan, bahwa beliau adalah orang yang gigih, konsisten, terus menerus, tidak kenal lelah, mungkin kadang jenuh tapi tidak lelah lalu maju lagi.

Gus Dur dikenal sebagai pribadi yang gembira dan simpel, dengan jargonnya “gitu aja kok repot”. Tapi tidak dengan salah satu dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini. Ia menggambarkan bahwa Gus Dur adalah sosok yang sangat serius dan tidak pernah bergurau saat menghadapi masalah.

Menurut pria yang dipanggil Kang Sejo oleh Gus Dur itu berujar bahwa beliau (Gus Dur) penuh dengan empati mendalam. Seperti saat beliau berdialog dengan rakyat Aceh dulu, “Pro, aku ini juga sehati sama kamu, dalam usaha kalian semua dalam menegakan kedaulatan, mencari rasa aman. Saya juga begitu,” ungkapnya sambil mengenang Gus Dur. (Rep:Sidik/Red:Aff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here