Jateng Darurat Sampah, Menteri Sosial Adakan Kongres Sampah Nasional 2019

0
158

Semarang, Justisia.com – Untuk pertama kalinya Jawa Tengah mengadakan Kongres Sampah Nasional yang dihadiri seribu tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat kabupaten semarang, kecamatan Tuntang, di mana Desa Kesongo menjadi tuan rumah, senin. 12-13 Oktober 2019.

Kepala Desa Kesongo khusunya menyambut hangat telah dipercaya sebagai tuan rumah untuk melaksanakan Kongres sampah sebesar Nasional. “Dengan dipilihnya Kesongo sebagai tuan rumah merupakan suatu kebanggan, karena kesongo selain memiliki pemandangan yang indah, warga kesongo sudah terbudaya membuang sampah secara terpilah dan mengolahnya,” tutur Bapak Supri sapaan akrabnya.

Harapan Supri, acara Kongres sebesar ini tidak dilaksanakan satu kali saja, tetapi terus berlanjut setiap tahun tentunya dengan provinsi yang lain nantinya. “Kuta harap ini bukan terakhir tetapi awal terutama untuk memberikan softerasi kepada masyarakat untuk hidup sehat dan bersih dan masyarakat tidak lagi memandang sampah itu untuk dijauhi akan tetapi dimanfaatkan -baiknya seperti contoh pemanfaatan sampah di panggung-panggung. Itu semuanya adalah kreasi masyarakat Kesongo,” ungkapnya.

Baca juga:  Problem Perpustakaan Fakultas, Buka Lambat Tutup Cepat

Turut hadir juga Bupati Semarang dalam acara Kongres Sampah 2019. Dalam sambutanya, Bupati Semarang menyampaikan, bahwa dari 235 desa dan kelurahan di Kabupaten Semarang menyambut dan mengucapkan atas terselelenggaranya Kongres Sampah 2019. “Terimakasih telah diadakan di tempat yang mewa. mepet sawah karena disini ada sawah dan rawa dan gunung,” tuturnya.

“Dulu memang airnya bersih dan bening. Ada Sembilan sampai empat belas sungai dan anak sungai di Rawa Pening dan semuanya membawa sampah. Jadi sampah di Kabupaten Semarang. Alhamdulillah baru sekitar 513 ton perhari di kabupaten semarang saja dan ini baru sepertiganya,” lanjutnya.

Bupati Semarang mengatakan, sekitar 165 ton tidak masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Padahal Kabupaten Semarang sebetulnya mempunyai TPA seluas 6 hektar, dengan tempat pembuangan sampah (TPS) sebanyak 164 unit, bak sampah 137, dan 1 bak sampah induk.

“Mudah-mudahan dengan adanya Kongres Sampah ini bisa menyadarkan kita semuanya dengan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah untuk mengurangi sampah untuk digunakan kembali maupun dengan kreatifitas teman-teman kita baik di Jawa Tengah maupun Kab Semarang. Sehingga orang memancing tidak lagi mendapat plastik atau limbah tetapi benar-benar ikan di rawa yang bersih dan bening seperti dulu,” jelasnya. (Rep:Sun/Ed:A.M)

Baca juga:  Putusan yang Berujung Kebahagiaan

Reporter: Sunandar

Penulis: Sunandar

Editor: Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here