Islam Nusantara, Paduan Budaya Lokal dan Ajaran Universal

0
298
Penulis buku Atlas Walisongo Kiai Agus Sunyoto (kiri) bersama KH. Abu Hapsin, PhD, dan moderator dalam Dialog Nusantara yang diadakan Dema UIN Walisongo di Audiotorium I Kampus 1, Selasa (30/4/2019). Foto: Doc.Jutisia

Justisia.com – Karakteristik Islam Nusantara sangat apresiatif terhadap kebudayaan lokal dan menerima ajaran universal. Cara penyebaran ini dicontohkan oleh Walisongo enam abad yang lalu saat berdakwah.

Pengamat Studi Islam UIN Walisongo, Abu Hapsin menuturkan pola dakwah Walisongo yang diadopsi oleh Nahdlatul Ulama mengajak masyarakat agar tetap menghargai budaya lokal.

“Cara-cara dakwah Walisongo tidak ada bentrokan antara budaya setempat dengan Islam. Keberhasilan memadukan universal dan lokal. Perpaduan asimilasi budaya dan Islam budaya ini sangat unik. Tidak akan ada ciri khas (Islam) seperti ini di dunia manapun,” tutur Wakil Rois Syuriah PWNU

Jateng saat dialog nusantara bertema “Walisongo Sebagai Bukti Sejarah Pergerakan Islam di Nusantara,” di Auditorium 1 UIN Walisongo, Selasa, (30/04/2019)

Paduan antara ajaran lokal dan universal digambarkan dalam perayaan sedekah bumi. Berdoa sebagai ajaran universal Islam dibarengi perayaan tasyakuran hasil panen yang notabene kearifan lokal.

“Berdoanya ajaran universal sedekahnya ajaran lokal dalam sedekah bumi,” tambah alumni Mahidol University.

“Sunan Kalijaga sangat penetrative melakukan Islamisasi massal disertai kebajikan dengan mengakomodir tradisi lokal,” jelasnya. Ia membandingkan dengan penyebaran Islam di Indonesia dengan Islam di daerah Spanyol (Andalusia) yang melalui jalan kekuasaan. Akibatnya pertumpahan darah antar agama menjadi bagian dari penetrasi Islam di benua biru.

Baca juga:  FKHM dan PMII Rayon Syariah Bagikan Sembako dan Hand Sanitizer Kepada Warga Kolong Jembatan

Meskipun begitu Islam Nusantara tidak hanya NU saja karena akan mengecilkan nusantara. Terdapat banyak organisasi Islam yang menyebarkan ajaran Islam dengan cara-cara Walisongo di luar Jawa.

“Islam nusantara ini buah dari apa yang ditanmakan Walisongo enam abad silam,” kata mantan Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng periode lalu.

Perlu diketahui, Islam Nusantara adalah salah satu tema pokok Nadhlatul Ulama (NU) dalam menggelar Muktamar ke-33 tahun ini. Muktamar akan digelar sejak 1 Agustus hingga 5 Agustus 2015 di Jombang, Jawa Timur. (Rep:Rais/Red:Am)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here