Imam Taufik Rencana bangun Ma’had Bagi Mahasiswa Baru

0
571
Rektor UIN Walisongo periode 2019-2023, Imam Taufik saat ditemui usai acara pisah sambut dan ramah tamah dalam rangka selesainya masa tugas Rektor UIN Walisongo. Foto: Adib
Website | + posts

Justisia.com- Setelah resmi dilantik menjadi Rektor baru UIN Walisongo Semarang periode 2019-2023, Imam Taufik berencana membangun Ma’had Walisongo yang diperuntukkan buat mahasiswa baru baik putra maupun putri.

Inisiatif membangun pesantren, supaya mahasiswa mempunyai pondasi dasar dalam memahami Islam rahmatan lil alamin

“Nanti semua mahasiswa baru baik putra ataupun putri kita pondokkan di Ma’had. Di sana akan diberi materi keagamaan yang toleran. Dan tak kalah pentingnya yaitu mahasiswa baru akan diberikan skill untuk mengasah kemampuan Bahasa asing seperti bahasa arab dan inggris,” katanya usai acara pisah sambut dan ramah tamah dalam  rangka selesainya masa tugas Rektor di UIN Walisongo Semarang, Jumat, (26/07).

Menurut Imam taufik, Hasil tersebut akan jauh lebih optimal jika mahasiswa baru disatukan di pondok pesantren. Rencana pembangunan ma’had akan digencar tahun depan dengan menyesuaikan kuota mahasiswa baru.

Pondok pesantren yang saat ini sudah berdiri di lingkungan UIN Walisongo, ia berusaha membangun jejering dengan semua pengasuh untuk menyusun kurikulum pesantren.

“Nanti kita akan diskusi lagi dengan semua pengasuh di Pondok pesantren untuk menyampaikan ide-idenya,” Kata pengasuh pondok pesantren Darul Falah tersebut.

Tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini yaitu marakanya isu radikalisme, terorisme dan hal tidak ramah lainya yang setiap waktu telah menjadi konsumsi publik di mana-mana. Sebagai nahkoda baru UIN Walisongo, Imam Taufik merasa bertanggungjawab untuk merespon betul  problematika tersebut dengan melibatkan seluruh elemen kampus, termasuk mahasiswa.

Sebab itu, di tapuk kepemimpinanya, Imam Taufik akan mencanangkan moderasi pedia sebagai respon dari anak muda millennial dalam rangka menghadapi Revolusi indutri 4.0. Misalnya dengan memproduksi konten – konten yang ramah serta publikasi tulisan yang menyangkut persoalan tersebut.

“Saya pikir ini salah satu tantangan yang kita hadapi saat ini,” ujarnya.

Ia akan mengarahkan mahasiswa mengelola konten tersebut secara positif dan kontributif sehingga bisa membangun Indonesia lebih damai.

Terpilih menjadi Rektor baru UIN Walisongo, Imam Taufik menyelaraskan Visi dan Misinya sama dengan visi-misi kampus yang dipimpinya. Yaitu membangun riset terdepan berbasis kemanusiaan dan peradaban di tahun 2038.

Di masa periodenya kemudian ia akan melakukan akslerasi secara berkesetaraan baik level, pihak yang terlibat maupun kampusnya. Sehingga UIN Walisongo setara dengan perguruan tinggi lainya.

Seperti yang digagas ke depannya, Imam Taufik tetap melanjutkan program Rektor sebelumnya, Muhibbin Noor.

“Apa yang telah dicanangkan Pak Muhibbin sebelumnya, itu dilakukan secara bersama-sama dengan kita, semuanya akan saya lanjutkan program dari beliau,” ungkapnya.

Selain itu, Fokus utama Imam Tafik sebagai Rektor UIN Walisongo Periode 2019-2023 yaitu pembangunan sumber daya manusia dan Ubdate Informasi tekhnologi. Untuk mencapai itu, menurutnya perlu keterlibatan dari mahasiswa. (Ink/Aff)

Reporter : Inunk

Penulis : Inunk

Editor : Afif

Baca juga:  Genjot Prestasi Demi Akreditasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here