Semarang, Justisia.com – Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Walisongo Aghisna Bidzikril Hasan menanggapi terkait terpilihnya Prof Imam Taufiq sebagai Rektor UIN Walisongo Semarang.

Bahwa nahkoda baru UIN Walisongo harus mengedepankan kemanusian dalam mengambil kebijakan.

“Baik persoalan sarana prasana, pelayanan akademik, kebijakan, lebih-lebih soal UKT,” ungkapnya saat dihubungi reporter Justisia.com melalui aplikasi berbalas pesan whatshap, Selasa (23/7) malam.

Aghisna menambahkan, pengejawantahan kemanusiaan sebagai bentuk implementasi visi dan misi kampus.

Pria asal Demak itu menegaskan bahwa niat menjadi rektor adalah melayani mahasiswa.

“Kalau sudah terpilih jadi Rektor jangan besar kepala. Rektor itu pimpinan pelayan bagi mahasiswa. Hidup mati sebagai Rektor harus diniati melayani mahasiswa,” katanya.

Ia mengingatkan kepada orang nomer satu UIN, agar memegang prinsip sebagai pelayan dan konsep mahasiswa sebagai pusat pembelajaran.

“(Kalau tidak bisa) lebih mulia jadi dosen biasa saja daripada rektor,” pungkasnya.(Rep:Rs/Ed:A.M)

Reporter : Rais

Penulis : Rais

Editor : Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here