Gelombang kaweruh: Perbandingan Konflik Indonesia dengan Negara Lain

0
224
Website | + posts

Semarang, justisia.com-Gelombang Kaweruh diadakan oleh DEMA FSH di Auditorium 2 kampus 3 pada Rabu (13/11).

Gelaran dengan tema Yang Patah Tumbuh ini, memfokuskan pada hubungan agama dan negara, yang ada di Indonesia maupun negara lain.

Gus Abdullah, salah satu narasumber yang berasal dari PP Buntet Cirebon menceritakan pengalamannya ketika menjadi Pertukaran Pamong Agama Samawi di Amerika Serikat dan Serbia.

Ia mengatakan bahwa di Serbia, masyarakatnya tidak bisa menjadikan agama dan rasa nasionalis menjadi satu garis. Berbeda dengan Indonesia yang menyatukan agama dan negara.

“Di Indonesia, mencintai negara adalah bagian daripada iman (agama) kita,” ucapnya.

“Tatapan santri kepada Kyai yang ada di Serbia, berbeda dengan Indonesia, kalo orang Indonesia, menatap kyainya itu seperti tatapan sayang dan kepercayaan bahwa kyai adalah wakil Tuhan. Itu adalah wujud Islam di Indonesia yang harus kita banggakan,” imbuhnya.

Selain itu, meskipun Indonesia memiliki pulau, suku, dan agama yang beragam, konflik yang ada di Indonesia ini tidak sebanding dengan negara Afganistan. Yang mana seluruh penduduknya beragama Islam, tetapi hampir setiap hari terjadi peledakan bom.

“Ini menunjukkan bahwa Indonesia dapat mengkodifikasi budaya tanpa menghilangkan rasa persatuan,” ujar Pria yang mengaku lulusan S2 di Jerman itu.

Reporter: Popo
Penulis: Popo
Editor: Harly

Baca juga:  Budi Harjono: Masyarakat Indonesia Rindu Nabi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here