Semarang, Justisia.com – Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah, harus¬† rela menelan kekecewaan bahwa pelaksanaan matakuliah Kuliah Kerja Lapangan (KKL) gelombang 3 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang tetap akan dilaksanakan pada semester gasal.

Wakil Dekan I Sahidin mengatakan bahwa dalam kurun waktu satu tahun KKL dibagi  ke dalam tiga gelombang, namun tidak pernah sekaligus dalam satu semester.

Meskipun nyata daftar nama peserta KKL keluar secara bersamaan, Wakil Dekan I tetap bersikukuh bahwa untuk peserta KKL gelombang 3 tidak bisa melaksanakan KKL pada semester ini. Tidak dibarengkannya 3 gelombang yang ada juga karena  mempertimbangkan instansi yang dituju tidak bisa menerima lebih dari 2 kali kunjungan dalam waktu yang berdekatan.

“Tidak mungkin mahkamah sebagai instansi tujuan KKL mau menerima kunjungan lebih dari dua kali. Pelaksanaan dalam hitungan dua kali saja pihak mahkamah sudah bengok-bengok,” tuturnya dalam audiensi yang dilaksanakan di Lab. Hukum Fakultas Syariah dan Hukum, Selasa (2/7/2019).

Baca juga : Korupsi 57 Juta, Kades di Banyumas di Denda 157 Juta

Wakil Dekan I tersebut juga menegasakan KKL bukan serta-merta merupakan urusan internal fakultas saja, sebab pelaksanaan KKL tentunya melibatkan banyak pihak.

“Bisa jadi untuk gelombang 3 akan berbeda intansi yang akan dikunjungi, dan itu tidak mudah¬† karena kami terkait dengan lembaga lain,” imbuhnya.

Agumen dari Wakil Dekan tersebut tidak secara langsung dapat diterima oleh para peserta audiensi.

Abdurrahman salah satu perwakilan dari mahasiswa memberikan pernyataan bahwa jika memang pelaksanaan KKL tidak bisa dilaksanakan dalam satu semester sebaiknya pihak fakultas menginformasikannya sejak awal.

“Yang ingin kami sampaikan di sini adalah sebenarnya mengenai transparansi manajemen waktu. Sebab hal inilah yang memunculkan asumsi-asumsi negatif terhadap pelaksanaan KKL. Seharusnya fakultas menginformasikan bahwa KKL gelombang 3 akan dilaksanakan pada semester gasal sejak awal karena ini kaitannya dengan nilai,” ujar mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah semester 6.

Baca juga : Meluruskan Paham Manusia Terhadap Alam

Senada dengan pernyataan Abdurrahman, peserta audiensi yang lain memberikan argumennya bahwa dalam edaran daftar peserta KKL yang ada, terdapat poin yang menyatakan peserta kkl terdaftar diwajibkan mengisi mata kuliah KKL di kartu rencana studi semester 6.

“Pada saat diterbitkannya daftar peseta KKL di situ tertulis, pada poin ke tujuh yang berbunyi peserta KKL yang terdaftar wajib mengisi KKL pada KRS (Kartu Rencana Studi) semester genap. Jadi benar tadi apa yang tadi dikatakan oleh rekan saya, jika ada informasi yang jelas sejak awal tentunya kami tidak akan mengisi mata kuliah KKL pada rencana studi kami semester ini. Jika demikian, (tentu) nantinya akan berdampak pada nilai KKL kami yang jeblok,” tegas Fadillah, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah angkatan 2016.

Namun, pihak fakultas selaku panitia tidak bisa memberi solusi apa-apa. Hasil audiensi tidak berubah. KKL gelombang ketiga akan tetap dilaksanakan pada semester depan (semester gasal).

Selain itu, pihak fakultas juga tidak bisa menyanggupi untuk mengubah atau mencabut matakuliah KKL yang sudah tercantum pada Kartu Studi Tetap (KST) peserta KKL gelombang 3 seperti yang menjadi tuntutan mahasiswa. 

Terkait hal ini, Wakil Dekan I Sahidin mengakui bahwa terdapat kelalaian dari pihak panitia yang menginstruksikan kepada semua peserta untuk menginput matakuliah KKL pada lembar Kartu Rencana Studi (KRS) mereka. 

Konsekuensinya, seluruh peserta KKL gelombang ketiga yang tidak jadi berangkat semester ini mesti mengulang dan melakukan daftar ulang matakuliah KKL di semester berikutnya serta harus menerima kenyataan mendapat nilai E alias tidak lulus. (Rep:Rifqi/Ed:A.M)

Reporter: M. Rifqi Arifudin
Penulis: M. Rifqi Arifudin
Editor: A.M.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here