Justisia.com Jumlah penerimaan mahasiswa baru UIN Walisongo meningkat selama empat tahun terakhir. Data yang diperoleh oleh Divisi Riset Justisia, pada tahun 2015 dan 2016 berjumlah 3.363 dan 3668 mahasiswa. Meningkat di tahun 2017 sebanyak 3844 orang. Pada tahun 2018 UIN Walisongo menerima 4.105 mahasiswa.

Di Tahun ini, UIN Walisongo menerima 4419 mahasiswa baru. Rincian yang dirilis oleh oleh Kasubag Akademik Walisongo. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan menerima mahasiswa paling banyak, 730 mahasiswa baru akan ditampung oleh di kampus II.

Disusul Fakultas Syariah, 720 mahasiswa baru dengan jumlah laki-laki 337 dan 383 orang. Sedangkan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) berjumlah 639 dan 613 mahasiswa.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta Fakultas Ushuludin dan Humaniora menerima mahasiswa sejumlah 570 dan 534 mahasiswa baru.

Sedangkan fakultas baru, yaitu Fakultas Sosial dan Politik serta Fakultas Psikologi dan Kesehatan baru menerima 335 dan 278 mahasiswa baru.

Kenaikan dari ini dipicu oleh penambahan jurusan baru, seperti Imu Seni dan Arsitektur Islam di FUHUM dan Manajemen Haji dan Umroh FDK. Serta tiga fakultas baru, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, dan Fakultas Sains dan Teknologi.

Kenaikan sejumlah 176 mahasiswa dari tahun 2016 ke 2017 dipicu pertambahan kuota di fakultas-fakultas baru. Penambahan jurusan baru pun menambah jumlah mahasiswa sebanyak 261 di tahun 2018.

Dampak positif dari kenaikan mahasiswa baru menggambarkan bahwa UIN Walisongo dipercaya oleh masyarakat untuk menjalankan roda pendidikan tinggi. Basis pondok pesantren dan non pondok pesantren sudah mulai bisa berbaur sesuai dengan visi unity of science.

Kepercayaan inilah tidak bisa diulang pada periode berikutnya. Kampus harus memberikan pelayanan prima terhadap mahasiswa. Mulai dari fasilitas, keamanan, serta kenyamanan warga kampus dalam menjalani aktivitas.

UIN Walisongo harus mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan mahasiswa (milineal) dari berbagai daerah. Setali tiga uang biaya kuliah semakin meninggi, kampus tak boleh mempermainkan mahasiswanya dalam pelayanan dan fasilitas.

Apakah semakin banyak menerima semakin mudah meluluskan ? Atau sebaliknya ? 

Penulsi ; Tim Riset Justisia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here