Dua Jam Duduki Rektorat KBMW Belum Dapati Keputusan

0
461
Website | + posts

Justisia.com – Sejak pukul 10.00 pagi Senin (6/5/2019) mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW) belum dapati hasil.

Rapat pimpinan yang dilaksanakan di Ruang Sidang Rektorat Kampus 1 UIN Walisongo dihadiri Rektor Muhibbin, Wakil Rektor I Musahadi, Wakil Rektor II Imam Taufik, Wakil Rektor III Suparman Syukur, dan para dekan dari kedelapan fakultas.

Perwakilan dari KBMW terdiri dari lima mahasiswa, Haby, Agisna, Fadli Priyo, dan Abdurahman.

Menurut Ketua LP2M Solihan sidang masih dalam proses.

“Belum mas. Masih proses (sidang putusannya),” ujarnya pasca keluar dari ruang sidang.

Sedangkan, massa aksi KBMW terus menuntut agar proses sidang segera diselesaikan dan mahasiswa mendapat hasil yang sesuai.

Aksi menuntut penghapusan SK Rektor No. Un.10.0/R/PP.00.9/754/2016 karena syarat kelulusan mata kuliah PIB dihapuskan. Imbasnya mahasiswa harus berebut kuota yang disediakan PPB.

Tujuh tuntutan yang ditujukan kepada pihak rektorat antara lain,

  1. Jadikan kelulusan mata kuliah PIB sebagai prasyarat tes TOEF;-IMKA,
  2. Pertegas peraturan rekomendasi percepatan tes TOEFL-IMKA melalui SK Rektor,
  3. Penambahan SDM PPB yang representatif,
  4. Ganti Kepala PPB,
  5. Penambahan kuota tes toefl-IMKA minimal 10 kelas,
  6. Transparansi aliran dana pemdaftaran tes/kursus toefl-IMKA,
  7. Memberikan simulasi ujian toefl-IMKA secara gratis. (Rep:Am/Red:J)
Baca juga:  UIN Walisongo Rintis Kampung Inggris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here