Dema dan Sema UIN Walisongo mengajak seluruh sivitas akademik Walisongo mengikuti aksi bertajuk “Reformasi Dikorupsi” di Depan Gubernuran Jawa Tengah, Selasa, (24/09) pagi.

Ketua Sema UIN Walisongo Semarang, Aghisna Bidikril Hasan , menyerukan bahwa ijin demo kali sesuatu yang wajar. Setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk tiga kali izin dari enam belas pertemuan.

“Perkuliahan kita punya enam belas kali pertemuan, dan empat kali kesempatan untuk tidak berangkat. Persoalan ketertinggalan materi bisa kita susul dengan membaca sendiri, tentang aksi hanya satu kali, kesempatan selanjutnya? Tentu tidak dengan kabar yang sama,” tutur Agisna.

Agisna, sapaan akrabnya, mengungkapkan aksi ini merupakan bentuk protes mahasiswa sebagai salah satu elemen masyarakat.

“Kita tahu negara kita mengakui kedaulatan tertinggi adalah rakyat, maka rakyat adalah tuan di negaranya sendiri. Bagaimana bila KPK tidak lagi indpenden dan dilemahkan, kebijakan yang dibuat ternyata tidak dibutuhkan oleh rakyat, tanah dibungkam dengan beton dan kekerasan seksual semakin mengakar ? Apakah rakyat masih menjadi tuan di negaranya sendiri,” tambahnya.

Ketua Demo, Priyo Ihsan Aji, mengingatkan kepada mahasiwa UIN yang mengikuti aksi untuk menjaga kondusivitas dalam aksi.

“Kita berjuang bersama sama. Tetap tertib dan kondusif dalam kegiatan aksi tersebut. Hidup mahasiswa,” tuturnya. Aksi yang diinisiasi oleh Aliansi Semarang Raya akan “kuliah” di depan gubernuran dan bakal dihadiri oleh ribuan mahasiswa dari kampus-kampus di Semarang.

Reporter : Jejek
Editor : Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here