Dekan FSH Himbau Mahasiswa Kuliah di Gedung Baru Gunakan Masker

0
1216
Gedung kuliah baru Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo yang masih dalam tahap penyelesaian, Senin (2/9/2019). / Foto: Sonia/Justisia

Semarang, Justisia.com – Mahasiswa UIN Walisongo Semarang tahun ajaran semester ganjil 2019/2020 mulai melaksanakan kegiatan perkuliahan hari ini. Kampus pun seketika menjadi sangat ramai dibandingkan hari hari sebelumnya dengan dipenuhi mahasiswa baru maupun lama.

Karena bertambahnya jumlah mahasiswa di setiap fakultas, maka dengan terpaksa banyak mahasiswa dari beberapa fakultas menggunakan gedung baru IsDB Fakultas Syariah dan Hukum. Gedung yang digunakan ini memang terlihat lebih layak untuk dipakai dari pada gedung gedung baru lainnya.

Kalau sebelumnya mahasiswa FSH meminjam beberapa kelas di Gedung FISIP, sekarang mahasiswa FSH semester tiga keatas melakukan beberapa kelas di gedung baru IsDB yang belum jadi. Hal ini dikarenakan bertambahnya jumlah mahasiswa FSH dan FISIP tahun ini sehingga sekarang semua kelas di FISIP tidak bisa dipinjamkan ke fakultas lain seperti sebelumnya.

Status gedung baru FSH yang sudah dipakai ini adalah pinjam pakai. Gedung ini dipakai sebelum ada serah terima resmi. Serah terima resmi dari kontraktor PT Adi Karya ke UIN Walisongo dalam kontrak akan dilaksanakan pada akhir tahun 2019 dan diharapkan bisa mulai digunakan awal tahun 2020.

Baca juga:  ASEAN Schools Games XI: Turunnya Mental Sebabkan Kekalahan Indonesia

Dengan status pinjam pakai tersebut, tentu ada persyaratan yang diberikan oleh kontraktor karena gedung baru masih menjadi tanggungjawab pihak kontraktor. Apabila terdapat kerusakan kerusakan maka yang akan bertanggungjawab adalah pihak kontraktor.

Mengenai perihal tersebut, Dekan baru Fakultas Syariah dan Hukum menghimbau mahasiswa dan dosen yang menggunakan gedung baru untuk menjaga kebersihan dengan tidak mengotori dinding gedung dan tidak merusak apapun yang ada di situ karena belum resmi dimiliki oleh UIN Walisongo.

Arja Imroni yang baru dilantik menjadi Dekan Fakultas Syariah dan Hukum pada Kamis (29/8/2019) juga menghimbau untuk menjaga ketertiban dengan tidak memasuki zona merah karena terdapat panel-panel listrik yang belum selesai dibenahi sehingga berbahaya untuk dilewati, ditempati, maupun dikunjungi.

Zona merah ini telah divisualisasikan dalam bentuk denah gedung dan dicetak dalam bentuk banner yang diletakkan di pintu masuk sehingga memudahkan mahasiswa untuk melihat informasi mengenai bagian mana saja yang menjadi zona merah.

Penggunaan gedung baru ini tentu saja memiliki resiko banyak mengenai keamanan dan kenyamanan para pengguna. Saat dikunjungi langsung oleh Tim Justisia pagi ini, gedung baru sangat penuh dengan debu yang beterbangan maupun yang menempel pada dinding dan lantai. Kenyamanan pengguna tentu saja akan sangat terganggu khususnya yang memiliki alergi pada debu dan penyakit pernafasan yang diakibatkan oleh debu.

Baca juga:  Melalui Muskotlub, PPMI DK Semarang Resmi Miliki Sekjen Baru

“Ketika lewat situ mungkin yang punya asma misalkan pakai masker untuk menghindari debu-debu itu tadi,” himbau pria yang pernah menjabat sekretaris PWNU Jateng ini. (Rep:Sonia/Ed:A.M)

Reporter: Sonia

Penulis: Sonia

Editor: Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here