Dekan FSH : Gedung IsDB Alternatif Hindari Kuliah Malam

0
832
Salah satu ruang di gedung perkuliahan baru Fakultas Syariah dan Hukum yang masih dalam tahap perampungan. / Foto:Ayu/Justisia

Semarang, Justisia.com – Senin, (2/9/2019) menjadi hari perdana kuliah setelah libur panjang untuk mahasiswa lama dan mahasiswa baru UIN Walisongo. Beberapa mahasiswa fakultas Syariah dan Hukum mendapatkan ruang kelas di gedung IsDB, gedung yang baru dibangun. Sayangnya ekspektasi sejumlah mahasiswa tentang gedung baru tidak sesuai dengan realita yang ada.

Banyak mahasiswa yang tertarik dengan gedung baru tersebut dari tampilan depan, tetapi kecewa saat melihat kondisi di dalamnya. Kondisi di dalam masih kotor dan ruang kelas belum siap untuk dipakai. M. Fiqhussunah, mahasiswa asal Boyolali, berpendapat bahwa gedung baru tersebut belum siap untuk perkuliahan dan akan mengganggu proses kegiatan belajar mengajar karena belum tersedia meja dan kursi.

Senada dengan Fiqhussunah, mahasiswa berinisial TM, menganggap bahwa gedung baru tersebut belum bisa dikatakan siap untuk proses kegiatan belajar mengajar karena belum ada sarana dan prasarana yang memadai.

Aka (bukan nama sebenarnya), mahasiswa Ilmu Falak yang lain, juga mengeluhkan persoalan yang sama. Hal inu karena masih banyaknya fasilitas yang belum memadai, seperti toilet yang belum bisa digunakan, proses perkuliahan hanya beralaskan tikar, belum adanya proyektor, dan belum ada pendingin ruangan.

Baca juga:  UIN Walisongo Belum Serius Kelola KKL Luar Negeri

“Menurut saya gedung baru syariah maupun gedung baru lainnya belum siap digunakan 100%,” papar mahasiswa asal Bojonegoro.

Dr. M. Arja Imroni, M.Ag sebagai dekan baru fakultas Syariah dan Hukum menjaskan bahwa perkuliahan di gedung baru itu adalah solusi agar tidak adanya jam kuliah malam. Tahun ini FSH menerima 720 mahasiswa, dengan jumlah mahasiswa baru tersebut mengharuskan adanya tambahan ruangan.

Sebelum semester gasal tahun 2019, FSH mendapatkan pinjaman ruang perkuliahan di gedung FISIP, namun tahun ini FISIP juga menerima banyak mahasiswa yang mengharuskan FSH mencari solusi lain. Kemudian bersama dengan fakultas-fakultas lain bersepakat dengan pihak adikarya dan juga rektorat untuk meminjam gedung baru.

“Maka dari itu memang karena masih pinjam pakai dan ini belum hari yang dijanjikan untuk diserahkan, maka kemudian dipakai tapi dalam kondisi darurat belum ada mebelernya”, jelasnya saat ditemui di ruangan dekan.

Namun hanya mahasiswa semester 3 ke atas yang menempati gedung baru yang belum sempurna tersebut. Sedangkan mahasiswa baru ditempatkan di gedung lama, yaitu gedung M dan G. Dekan FSH yang baru dilantik hari Kamis lalu juga memohon maaf sekaligus memohon kerelaan dan kesadaran mahasiswa untuk menjalankan solusi tersebut, karena kalau tidak maka kuliah harus sampai malam. (Rep:Affan/Ed:A.M)

Baca juga:  Ahmad Faiz: Aksi Peringatan HAM Internasional Jadi Titik Awal Perjuangan Melawan Ketidakadilan

Reporter: Affan

Penulis: Ayu Rahma

Editor: Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here