Justisia.com-Lalu lintas kawasan Juras antara kampus 3 dengan kampus 2 UIN Walisongo macet. Hal ini terjadi pada Rabu (21/08) karena adanya pengadangan kakak tingkat (kating) kepada mahasiswa baru (maba) yang melintas di jalan tersebut.

Mereka sengaja mencegat para maba yang melintas di kawasan tersebut agar mendaftar di organisasi daerah (orda) asal masing-masing.

Taufiq, salah seorang maba asal Sumatera Barat mengungkapkan bahwa awalnya ia merasanya jengkel ketika dicegat.

“Meskipun dicegat rasanya jengkel, tetapi setelah diketahui rasanya senang gitu”, ujarnya.

“Ya udah di sini aja gak papa, seneng aja ketemu teman baru”, ujar Adji sambil duduk bersantai di stan Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Pati (KMPP).

Pencegatan tersebut merupakan cara untuk merekrut mahasiswa baru untuk menjadi penerus selanjutanya.

“Karena yang namanya sebuah organisasi pasti ingin memiliki penerus, maka kita harus mencari maba untuk menjadi penerusnya”, ungkap Falih, mahasiswa fakultas dakwah.

“Cara seperti tersebut sudah biasa dilakukan, dari dulu pun memakai cara seperti itu, karena peristiwa itu sudah membudaya”, tambahnya saat diwawancarai di stan KMPP.

Menurutnya, penempatan stan sudah diketahui oleh DEMA sebelumnya.

“Yang saya tahu, forsida sudah konfirmasi dengan DEMA yang menempatkan kita di sini, kalau memang mengganggu, kenapa nggak dari kemarin sudah digusur”, tandasnya.

“Katanya ada wacana bahwa DEMA menghimbau kepada mahasiswa-mahasiswa baru supaya tidak hanya lewat, namun mampir di stan”, tambahnya.

Reporter : Andre dan Najih.
Penulis : Najih
Editor: Harly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here