Semarang, Justisia.com – Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) mempunyai cara tersendiri mengenang sejarah negaranya. Yaitu mengunjungi gedung-gedung sejarah Kota Semarang: seperti Sam Poo Kong, Tugu Muda, Lawang Sewu, Kota Lama, dan tempat sejarah lain dengan mengayuh onthel bersama, kendaraan yang digunakan pada zaman tempo dulu.

Salah satu anggota KOSTI, Arif, menuturkan komunitas yang didirikan bersama teman-teman pecinta sepeda tua lainya empat tahun silam untuk mengenang sejarah masa lalu NKRI dan menjalin hubungan persaudaraan antar komunitas di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Seperti dilambangkan di bagian depan seragamnya: “Satu Sepeda Sejuta Saudara”.

Keanggotaan KOSTI tidak memandang usia. Mulai dari usia paling tua 80-an hingga anak muda.

Menurut pria asal Semarang itu, seiring perkembangan zaman, anak muda perlu dirangkul agar tidak melupakan sejarah bangsanya dan tetap melestarikan kenangan yang pernah dikendarai generasi sebelumnya salah satunya sepeda tua (onthel).

“Sekarang banyak anak muda ikut-ikutan balapan liar, kalau mereka diajak gowes bareng pakai onthel kan baik, selain menyehatkan bagi kondisi tubuh juga tidak membahayakan dirinya sendiri ataupun pengendara lainya,” ujarnya saat ditemui kru Justisia.com di Kota Lama, Minggu (28/7/2019).

Keliling gedung sejarah di Kota Semarang dilakukan setiap minggu pagi. Selain rutinitas mingguan, anggota komunitas KOSTI turut hadir ketika acara pertemuan pencinta sepeda tua di luar kota bahkan di luar provinsi.   

Hingga saat ini, anggota KOSTI Semarang ada lebih dari seratus orang yang berasal dari beragam usia dan latar belakang. (Rep:Ink/Ed:A.M)

Reporter : Inunk
Penulis : Inunk
Editor : Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here