Budi Harjono: Masyarakat Indonesia Rindu Nabi

0
109

Semarang, justisia.com-Dalam rangka Harlah Pendidikan Agama Islam (PAI) ke 49, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PAI menggelar acara ngaji budaya dan kebangsaan PAI di Auditorium 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada Jum’at (01/10).

Dalam ngaji ini, HMJ PAI menghadirkan Gus Apang, K.H. Budi Harjono, K.H. Fadholan Musyafa’ dan Gus Abdullah Ibnu Thalhah.

Dengan tema budaya dan kebangsaan ini, Budi Harjono menyampaikan beberapa hal yang menarik. Yaitu tentang masyarakat Indonesia yang sangat merindukan Nabi. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya lagu yang lirik-liriknya diubah menjadi lirik lagu simbol kecintaan dan kerinduan kepada Nabi Muhammad.

“Karena melodi sendu yang mewakili dari rindu,” ujar beliau ketika menyampaikan pengajiannya.

Ngaji ini menjadi gelaran yang sangat lengkap karena Fadholan juga menguatkan pendapat yang disampaikan oleh Budi Harjono.

“Saya dengan Abah Budi ini cocok, karena menurut saya orang beragama tanpa seni, gak enak. Tapi orang berseni tanpa agama itu tidak sah, ibaratnya bumbu dengan beras, makan bumbu saja tidak enak, beras saja juga tidak enak, enak itu kalau dua-duanya digabung. Makanya toleransi itu harus, tetapi harus berakhlak juga,” ungkap Fadholan, pria pengasuh pondok pesantren Fadhlul Fadhlan itu.

Baca juga:  Cerita Maba Berangkat PBAK

Nisrinah, salah satu Miss Ma’had Walisongo sangat terkesan dengan ngaji ini karena menurutnya dapat membuka pikiran generasi Islam milenial.

“Ngaji sore ini, membuka pikiran saya, bahwa agama itu jangan dilihat dari satu sisi saja,” tutur Miss Ma’had Walisongo yang juga mahasiswa Fakultas Syari’ah.

Reporter: Popo
Penulis: Popo
Editor: Harly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here