Birokrat Cetuskan Wacana Pemusatan Tempat Parkir

0
242
Website | + posts

Semarang, justisia.com-Setiap tahun jumlah mahasiswa baru di UIN Walisongo terus meningkat. Hal ini dapat dibuktikan dengan penerimaan mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum, pada tahun 2018 jumlah mahasiswa baru berjumlah 622 dan meningkat pada tahun 2019 menjadi 720 mahasiswa.

Dengan jumlah yang terus meningkat ini seharusnya fasilitas juga turut ditingkatkan, namun sampai saat ini masalah yang krusial bagi mahasiswa pun belum terselesaikan. Salah satunya mengenai lahan parkir.

“Jadi masalah tempat parkir ini tidak hanya di Fakultas Syari’ah saja, di universitas secara umum tempat parkir ini tidak memadai,” ujar Sholeh, kepala bagian tata usaha Fakultas Syari’ah dan Hukum.

Menurut Sholeh sendiri dengan pertumbuhan mahasiswa yang setiap tahunnya terus meningkat sedangkan kondisi lahan masih tetap, tidak ada penambahan atau pengembangan lahan apapun, secara otomatis akan dibutuhkan lahan parkir baru yang dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa sepenuhnya.

Bermula dari masalah ini ada sebuah wacana yang dicetuskan oleh birokrat kampus, yaitu pembangunan lahan parkir terpadu di setiap kampus. Di kampus tiga sendiri direncanakan pembangunan ini akan menggunakan lapangan sepak bola sebagai lahan parkir terpadunya, yang kemudian lapangan bola akan dipindahkan ke Juras.

Wacana ini menimbulkan pro dan kontra dari mahasiswa dan juga birokrat kampus itu sendiri.

Armando Antonio, ketua HMJ Ilmu Hukum mengaku kurang setuju dengan adanya wacana ini.

“Menurut saya itu sangat tidak efektif karena bisa kita lihat, jika parkiran dipusatkan disuatu tempat parkiran ini akan dekat dengan satu fakultas dan jauh dari fakultas lainnya”, ungkap Armando saat ditemui di depan gedung M.

Armando menganggap bahwa apabila lahan parkir dipusatkan di suatu tempat akan menyusahkan mahasiswa yang tempat perkuliahannya jauh dari tempat parkir.

Menurutnya lebih baik lahan parkir dibuat terpusat di setiap fakultas, karena akan lebih efisien dan lebih memudahkan akses mahasiswa.

Hal yang berbeda disampaikan oleh Sutarman, beliau menyatakan setuju terhadap pemusatan lahan parkir di setiap kampus.

“Bagus itu, kalau dibuat terpusat dan berbatas juga pintu keluar masuknya satu pintu sehingga dapat ditempatkan petugas untuk memantau dan mengontrol supaya lebih aman dan nyaman”, tutur koordinator satpam UIN Walisongo ini.

Mahasiswa berharap agar para birokrat kampus mendengarkan aspirasi para mahasiswa dan mau turun kelapangan langsung.

“Saya harap keamaan dijaga kembali stukturnya kembali ditata dan juga saya harap para petinggi kampus mendengar aspirasi mahasiswanya dan juga kita tanpa harus diomongkan mau terjun langsung ke lapangan sendiri,” tutur ketua HMJ Ilmu Hukum.

Reporter: Fajri, Plur, Nafa
Penulis: Fajri, Plur, Nafa
Editor: Sonia

Baca juga:  PP Al-Marufiyah Sambut Hari Santri dengan Kirab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here