Semarang, justisia.com-Seminar Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hukum, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo serta rumah pancasila bertempat di Auditorium 2 kampus 3.

Acara seminar tersebut mengambil tema “RUU KUHP antara Kebutuhan, Tantangan dan Pergulatan Politiknya”.

Seminar tersebut menghadirkan 3 Pembicara. Th. Yosep Parera, S.H., M.H., pendiri Rumah Pancasila; Prof. Dr. Barda N. Arif, S.H. salah satu penyusun RUU KUHP; dan Prof. Dr. H. Ahmad Gunaryo, M. Soc. Sc, Guru Besar Ilmu Hukum UIN Walisongo Semarang. Dalam seminar tersebut Prof. Barda menyampaikan cara yang benar dalam memahami KUHP.

Sebelum memahami buku 2 diharapkan memahami buku 1 terlebih dahulu, karena jiwa atau asas-asasnya KUHP ada di dalam BUKU 1. Sedangkan buku 2 berisi rumusan tindak pidana.

“Memahami KUHP secara parsial tidak akan bias tanpa asas-asasnya”, ungkap ketua perumus buku 1 KUHP dalam seminar tersebut, Selasa (05/11).

Prof. Barda juga mengungkapkan bahwa KUHP lama sudah ketinggalan masa, jadi wajar jika KUHP sudah harus dirubah. KUHP juga belum dipengaruhi wawasan nasional maupun global, juga pancasila.

Sedangkan RKUHP yang telah disusun telah mengandung wawasan nasional maupun global dan pancasila. KUHP juga sudah sangat ketinggalan dilihat dari kajian ilmiah dan pemikiran dunia.

“KUHP seperti mobil-mobil kuno keluaran 1915”, ujar profesor berusia 77 tersebut.

Reporter: Sholiha
Penulis: Sholiha
Editor: Ayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here