Justisia.com – Audiensi yang dilakukan di ruang pertemuan lantai 2 rektorat Kamis siang (2/5/19) yang berjalan alot temui hasil.

Audiensi yang dimulai pada pukul 11.00 WIB, berjalan alot dan memanas saat aksi masa yang ada mendesak masuk ke dalam rektorat. Salah satu petugas resepsionis di lantai 2 masuk dan berbisik kepada Wakil rektor III, Prof. Suparman dan disusul masuknya salah seorang pengawal aksi masa yang di luar rektorat.

Keadaan memanas juga disebabkan pihak PPB yang diwakili oleh ketua PPB, Saefullah dianggap hanya beralibi dan hanya beralasan menyikapi tuntutan. Begitulah yang disampaikan Penasehat DEMA U, Habby Lutfhi Arham, “Bapak-bapak di sini hanya beralasan tanpa memberi kejelasan tuntutan.”

Merespon argumen tersebut Suparman berdalih bahwa, “disini saya hanya selaku yang WR III yang sebenarnya tidak ada hubungan dengan masalah toefl-IMKA.

“Tapi saya berjanji untuk ikut memerjuangkan suara dari mahasiswa.”

Ia juga akan menyuarakan usulan ini pada rapat rektorat pada Senin mendatang.

Keseriusan Suparman dibuktikan dengan penandatangan yang dilakukan bersama para saksi (KBMW) yang ada dalam audiensi tersebut. Setelah penandatangan, Koordinator Aksi, Aghisna mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar bila di hari yang dijanjikan belum terealisasikan.

“Kami akan lakukan aksi yang lebih besar bila satu tuntutan besar dan tujuh tuntutan kami dipress rilis.”

Suparman syukur mengatakan tidak bisa memutuskan sepihak karena dirinya hanya WR III yang tidak ada kaitan dengan masalah kebijakan toefl-IMKA.

Pria yang biasa dipanggil Suparman ini menjelaskan, “Yang berhak dan punya memutuskan adalah Rektor yang kebetulan sedang ke Jakarta mengambil SK CPNS, dengan pertimbangan WR I, WR II.”

Setelah penandatangan tersebut suasana mulai mencair dan pertemuan dianggap selesai. Dan para petinggi kampus yang ada dalam audiensi menemui mahasiswa yang telah penuh di lantai2 rektorat. Dan melakukan klarifikasi.

Audiensi yang dipimpin oleh Wakil Rektor III dilakukan untuk mendengar suara dari mahasiswa. Warek III, Prof. Suparman mengatakan, “Aksi ini bisa membuka ruang dialog seperti ini (audiensi).”

Lalu dari koordinator aksi, Aghisna menyampaikan tujuh tuntutan seperti yang dikeluarkan dalam press reales. Diakhir penyampaiannya, Mahasiswa FISIP ini juga menegaskan kejelasan dari tutuntan KBMW, “Yang jelas dari pihak kampus bisa memenuhi tidak!”

Menanggapi hal itu, Kepala PPB, Saefullah yang ditemani jajarannya merespon.

“Kami selalu berusaha memperbaiki sistem yang ada. Dan merealisasikan tuntutan mahasiswa. Akan tetapi dari pihak kami akan menambah kuota 1 kelas untuk bulan Juni,” pungkasnya. (Rep:Sidik/Red:Am)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here