Ahmad Izzuddin: Indonesia Bakal Menjadi Pusat Penyatuan Kalender Hijriyah Global

0
301

Semarang, justisia.com-Seminar Nasional tentang Falak kembali diadakan oleh HMJ Ilmu Falak pada Selasa (12/11). Kali ini mengusung tema “Mencari Kriteria Baru Imkanur Rukyah”.

Perbedaan dalam penentuan awal bulan Qamariyah masih sering terjadi. Musyawarah
antar ormas atau golongan yang berbeda pendapat juga sudah pernah dilakukan. Bahkan hingga sampai sebuah kesepakatan dalam forum. Tetapi pada praktek penentuannya perbedaan tetap ada.

Seminar yang bertempat di Auditorium 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang, kali ini dihadiri oleh para ahli Falak yakni: Prof. DR. H. Thomas Djamaluddin, M.SC. Selaku Pakar Astronomi Lapan, DRS. KH. Selamet Hambali, M.SI. Selaku Koordinator Litbang Lembaga Falakiyah PBNU, DR. H. Ahmad Izzuddin, M.AG. Selaku Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia, dan H. Nur Khozin, S. AG. Sebagai Kasubit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI.

Dr. H. Ahmad Izzuddin, M. Ag., Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia mengatakan bahwa kriteria baru imkanur rukyah yang berupa elongasi bulan minimal 6,4 derajat dan tinggi bulan minimal 3-4 derajat telah dikaji secara ilmiah dan disepakati oleh para ahli.

Baca juga:  Kutuk Tindakan Kekerasan oleh Satpol PP Semarang

Harapannya hal ini segera dilegalisasi. Salah satu legalisasinya dengan keluarnya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia. Agar Kementrian Agama RI bisa menggunakan hal ini sebagai rujukan dalam sidang isbat.

Mengenai bagaimana keabsahan saksi dari seseorang yang melihat hilal dibawah 3 derajat, Izzuddin menjawab bahwa apabila ada yang melihat hilal di bawah dari 3 derajat dan bisa dibuktikan secara fisik dan ilmiah maka itu bisa saja dijadikan sebagai rujukan.

Kriteria baru imkanur rukyah ini merupakan salah satu usulan untuk penyatuan Kalender Islam Global. Ia optimis Indonesia sebagai pusat unifikasi kalender Hijriyah Global.

Rep. :Evan
Editor: Hikmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here