Ahmad Faiz: Aksi Peringatan HAM Internasional Jadi Titik Awal Perjuangan Melawan Ketidakadilan

0
217
Website | + posts

Semarang, justisia.com-Gerbang kampus 3 UIN Walisongo Semarang jadi saksi bisu gelora para orator dalam refleksi aksi peringatan Hari HAM Internasional yang di inisiasi oleh PMII Rayon Syari’ah Komisariat UIN Walisongo, Selasa (10/12/2019).

Memulai aksi sekitar pukul 16.30 WIB, acara ini digelar tanpa ada aksi anarkis seperti membakar ban yang mengganggu jalannya aktivitas pada akses jalan masuk kampus 3 UIN Walisongo.

Dalam kesempatan ini pula, beberapa anggota menyuarakan dengan lantang orasi-orasi yang diklaim mewakili suara rakyat dalam menuntut keadilan yang semakin dilupakan, dilanjutkan dengan pembacaan puisi “kau dan senjata” sekelompok aktivis ini kemudian menyanyikan lagu “darah juang” penyampai pesan perjuangan.

Ahmad faiz, Koordinator Lapangan (Korlap) refleksi aksi ini memberikan keterangan bahwa PMII Rayon Syari’ah menjadi king maker aksi dalam peringatan Hari HAM Internasional ini.

“Sebagaimana kita tahu kalau 10 desember itukan hari HAM Internasional, lalu dari Rayon Syari’ah jadi king maker dalam artian jadi poros utama dalam aksi ini karena kami menyadari, di hari HAM belum tentu mahasiswa-mahasiswa di UIN itu sadar, bahwa itu hari HAM.”

“Ini sifatnya refleksi ya, refleksi aksi. Jadi untuk yang pertama mengingatkan. Yang kedua grand issue-nya ada dua yang diangkat. Yang pertama soal penuntasan pelanggaran HAM yang sampai hari ini belum selesai, contohnya saja Munir, Marsinah, Wiji Tukul dan masih banyak lagi. Kita berupaya untuk mengingatkan mahasiswa-mahasiswa yang katanya agent of change atau agent of control ini jangan sampai lupa,” jelas pria jurusan Hukum Pidana Islam tersebut.

Grand issue kedua yang diangkat dalam refleksi aksi sore tadi adalah terkait pendidikan, harapan jangka panjang yang disampaikan oleh pria asal Jepara ini adalah keteguhan para aktivis dalam melawan ketidakadilan.

“Harapan saya ini adalah titik awal atau estafet awal dari pergerakan mahasiswa Islam Indonesia yang hari ini dalam gerakannya atau aksinya sempat mati suri. Semoga saja ini menjadi titik awal perjuangan, bergerak melawan ketidakadilan. Hari ini ketika kita membicarakan ketidakadilan, semoga saja kita menjadi garda terdepan. Kalaupun hanya ada satu orang yang memperjuangkan keadilan pastikan itu adalah kita rayon syari’ah,” pungkas pria berseragam PMII tersebut.

Reporter: Fia
Penulis: Fia
Editor: Harly

Baca juga:  Perlindungan Data Pribadi Belum Maksimal, HMJ HPI Gelar Seminar Nasional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here