Semarang, Justisia.com – Bumingnya karya disertasi yang membolehkan hubungan seksual non marital (tanpa melalui perkawinan) yang disusun oleh Abdul Aziz untuk penelitian tugas akhir pendidikan doktoralnya di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta ternyata menimbulkan reaksi yang beragam dari berbagai kalangan.

“Ini beritanya masih hangat to pak, saya kira sudah mulai reda, karena saya diserang kanan-kiri, di rumah juga diserang, di mana-mana. Bahkan, saya ngumpet kadang kala nggak berani karena wajah saya sudah terlanjur di-shoot (sorot),ujarnya dalam seminar nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, (2/10/2019).

Bahkan hingga berujung pada Fatwa yang dikeluarkan MUI per tanggal 3 September 2019 yang memvonis hasil penelitiannya sebagai karya yang tidak layak dikaji dan menyesatkan.

Ia mempertahankan pendapatnya dengan salah satu alasan bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM). Menurtnya, hubungan seksual dengan melalui perkawinan (marital) maupun yang tanpa melalui perkawinan (non marital) merupakan hak asasi setiap manusia, yang mana dilindungi oleh negara, hukum, dan pemerintah.

Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur dapat dijadikan sebagai justifikasi untuk keabsahan hubungan seksual non marital. Kata justifikasi, sambungnya, bermaksud pada pembuktian atau proses untuk menyodorkan fakta yang mendukung suatu hipotesis atau proposisi. “Untuk mencapai tujuan ini tentu saya mesti berasumsi terlebih dahulu dalam penelitian itu. Terpilihlah konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur,” tuturnya.

Pada akhir seminar yang diselenggarakan di audit I kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang disampaikan oleh Prof. Dr. Mudjahirin Thohir, M.A selaku pembicara ketiga mengingatkan juga bahwa poin-poin yang sangat mempengaruhi dalam menyusun suatu penelitian akademik yaitu memerlukan data yang realistis, bersifat skeptis (tidak mudah percaya), netral, dan honesty (kejujuran). (Rep:Hikmah/Ed:A.M)

Reporter: Hikmah
Penulis : Hikmah
Editor : Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here