Justisia.com- Dalam rangka menjunjung pemilihan ketua organisasi mahasiswa yang jujur, bersih dan adil, Senat mahasiwa Universitas Islam Negeri Walisongo yang diketuai Agisna Bidikrikal Hasan meminta partisipasi melalui kuesioner kepada elemen mahasiswa terkait sistem pemilihan yang tepat guna merumuskan mekanisme pemilihan organisasi mahasiswa di masa mendatang.

Dalam kuesioner yang disebar, ada dua pilihan yang ditawarkan dalam pemilihan ketua organisasi mahasiswa yang meliputi SEMA, DEMA, dan HMJ. Apakah tetap dipilih secara langsung oleh mahasiswa sesuai dengan Surat Keputusan Rektor nomor 196 atau melalui perwakilan seperti yang tertera dalam Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam nomor 4961 tahun 2016, yaitu dipilih oleh wakil dari jurusan atau program studi yang biasa disebut MUSMAJU (Muswarah Mahasiswa Jurusan)

Agisna mengatakan, bahwa kuesioner yang disebar SEMA U kepada mahasiswa sebagai upaya untuk menciptakan pemilihan organisasi mahasiswa yang lebih baik, jujur, dan adil.

“Kita perlu ambil sikap, apakah mempertahankan pemilihan lewat mahasiswa (Pemilwa) atau mengakomodir Musyawarah Mahasiswa Jurusan (Musmaju) yang bisa disebut melalui perwakilan,” kata Agisna, Rabu, (26/06).

Sistem pemilihan organisasi mahasiswa yang akan digunakan nantinya, ia akan melakukan pertimbangan bersama pihak birokrasi dan kajian mendalam dari teman-teman mahasiswa yang difasilitasi SEMA. (Ink/ Afm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here