2019, UIN Walisongo Genjot Pembangunan Planetarium Rampung

0
80

Justisia.com – Pembangunan planetarium di UIN Walisongo sudah bukan hanya sekedar angan. Ketua Dosen Falak Indonesia, Ahmad Izzudin, mengatakan bahwa pembangunan planetarium yang mendapat anggaran dari IsDP tersebut. Pada 2019 akhir sudah rampung secara fisik sesuai dengan target.

Direncanakan ada 4 bagian yang ada di planetarium tersebut, yaitu: planetarium, observatorium, home theater berbasis multimedia, dan ruang ekspedisi. Ruang eksepedisi berfungsi untuk penayangan benda-benda langit, alat-alat klasik, dan alat-alat modern.

“Ada (juga) saat penayangan film-film benda langit lewat planetarium itu,” imbuhnya.

Planetarium ini bertempat di belakang gedung M, karena disitulah tempat paling strategis yang ada di UIN Walisongo. Planetarium tersebut juga sudah memenuhi standar pendidikan nasional bahkan internasional. Tapi dengan banyaknya polusi di Semarang menyebabkan observatorium dikhususkan untuk pendidikan, bukan untuk observasi riset murni.

“Artinya kalo pemerintah mau mengadakan observatorium untuk riset, dia (pemerintah) harus mencari tempat yang sangat strategis,” kata Izzudin saat ditemui setelah Seminar Nasional di Audit II, Selasa (27/11).

Dia menambahkan bahwa planetarium tersebut juga baik untuk penelitian, hanya saja tidak semuanya ideal. “Untuk hanya mengamati pergerakan matahari sangat ideal, untuk mengamatri planet yang ada disekitar UIN Walisongo ideal, yang jadi pertimbangan mungkin untuk rukyah,” papar kajur S2 Ilmu Falak tersebut.

Meski masih jadi pertimbangan jika digunakan untuk rukyah. Tapi planetarium tersebut nantinya sudah mempunyai alat yang dapat dibawa ke tempat yang layak untuk observasi hilal.

Planetarium tersebut nantinya juga akan ada tim khusus yang menangani penggunakan planetarium dan observatorium. Tim tersebut dipilih oleh pihak UIN sesuai dengan bidangnya. “Mahasiswa juga bisa membantu sebagai pegawai magang,” pungkasnya. (J/Ahsanul dan Ayu)