Justisia.com – LP2M UIN Walisongo dengan merujuk SK Nomor: In.06.0/pp.06/1080/2015 tentang Buku Pedoman Kuliah Kerja Nyata Mandiri mengatakan bahwa pelaksaaan KKN Mandiri semester gasal tahun 2018/2019 akan segera dibuka.

LP2M sendiri menyarankan lokasi untuk KKN Mandiri di Kota Semarang meliputi: Kecamatan Tugu (7 Keluruhan), Kecamatan Gunung Pati (16 Keluruhan), Kecamatan Genuk (13 Kelurahan), dan Kecamatan Semarang Barat (16 Kelurahan).

Adapaun rangkaian kegiatan KKN Mandiri: Sosialisasi Program (22 Oktober-23 November 2018), Pendaftaran KKN (14-23 November 2018), Seminar Proposal KKN (27-29 November 2018), Pengumuman Hasil Seminar Proposal (3 Desember 2018), Orientasi KKN (26 Desember 2018), Pembekalan KKN (27 Desember 2018), Pelepasan peserta KKN Mandiri dan Pelaksanaan KKN (10 Januari-23 Februari 2019) dan terakhir Yudisium (4 Maret 2018).

Ketua LP2M, Solihan mengatakan dalam mengikuti KKN Mandiri, mahasiswa harus melihat ketentuan dan persyaratan yang sudah ditentukan yaitu: Mahasiswa Aktif, Lulus 120 SKS dengan IPK minimal 2,00, Tidak sedang hamil atau baru melahirkan, kecuali bagi mahasiswa semester XIII.

“Satu kelurahan hanya dapat ditempati oleh satu posko KKN dan maksimal satu kelompok sebanyak 15 orang dari minimal dua program jurusan,” lanjut Solihan dalam pengumumannya, Senin (22/10)

Terakhir, harus menyerahkan surat permohonan KKN Mandiri dilampiri proposal KKN dan Surat Keterangan kesediaan ditempati sebagai lokasi KKN dari Kepala Desa dengan ketentuan dan format yang telah ditetapkan. (J/Redaktur)

Pengumuman KKN-MIT ke-7 bisa di download di kkn.walisongo.ac.id/index.php/home/read_news/5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here