UIN Walisongo Rintis Kampung Inggris

0
487
Rintis kampung Inggris bersama warga RW 04 Karonsih di Gedung Amanah Center (GAC) RW 04, Jalan Taman Karonsih III Ngaliyan Semarang, Jumat (19/10) malam. Doc. Sasa.

 

Justisia.com UIN Walisongo akan rintis Kampung Amanah sebagai Kampung Inggris yang bersinergi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LP2M) dan Pusat Pengambangan Bahasa (PPB)..

Warga RW 04 menjadi subjek dalam penerapan berbahasa Inggris seperti halnya di Kampung Inggris. Mereka yang ikut dalam seminar tersebut sangat berantusias dengan kegiatan baru yang bekerja sama dengan lembaga bahasa UIN Walisongo.

Sekjur Prodi Bahasa Inggris FITK UIN Walisongo, Sayyidatul Fadlilah menjelaskan proses belajar berbicara Bahasa Inggris yang benar dan menyenangkan. Memotivasi dalam mewujudkan lingkungan yang siap dalam merintis Kampoeng Amanah sebagai Kampoeng Inggris.

“Saya punya kenalan banyak dosen dengan berbagai macam kemampuan dalam bahasa Inggrisnya. 16 dosen akan saya kerahkan untuk kalian semua. Tapi kalau kalian tidak mendukung, ngapain saya mengundang mereka. Saya juga sudah membawakan 81 buku untuk kalian, kata Sayyida, sembari meyakinkan kembali semangat belajar mahasiswa,” tutur Sayyida di Gedung Amanah Center (GAC) RW 04, Jalan Taman Karonsih III Ngaliyan Semarang, Jumat (19/10) malam

Pada kesempatan tersebut Ketua PPB, Syaifullah menjelaskan juga bahwa warga Kampung Amanah mempersilahkan kepada mahasiswa untuk menggunakan fasilitas umum yang tersedia. Semua warga telah menggangap mahasiswa bagian dari warganya sendiri.

“Sekitar seratus lebih mahasiswa UIN Walisongo yang tinggal di wilayah RW04 sudah kami anggap menjadi bagian dari warga Kampung Amanah ini. Jarang-jarang kan ada mahasiswa yang nge-kos terus diakui sama warga-warganya? di RW04 ini, kalian boleh ikutserta dalam program-program yang kami buat,” ungkap Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Pengembangan SDM

Uniknya program yang ditujukan pada para mahasiswa UIN Walisongo yang tinggal di kos maupun kontrakan, juga melibatkan beberapa warga seperti pemilik kos maupun kontrakan untuk memasang identitas rumah mereka yang dijadikan tempat tinggal dengan kalimat-kalimat berbahasa Inggris.

“Sebenarnya pemilik kos maupun kontrakan kalian kemarin sudah rapat di GAC. Mereka sangat setuju dengan program ini, dan saya berinisiatif untuk menamai rumah mereka dengan kalimat yang berbahasa inggris, salah satunya ada kos yang bernama Happy House nama tersebut ternyata diambil dari pemiliknya yang bernama Hepi,” pungkas Saiful sapaan akrabnya dengan terkekeh.

Tidak hanya diajarkan skill berbahasa inggris, para mahasiswa yang tinggal di wilayah Kampung Amanah telah dianggap menjadi bagian keluarga kampung tersebut. Mereka diberi fasilitas yang sangat layak berupa tempat-tempat olahraga, diskusi, dan refreshing. Sangat jarang jika ada mahasiswa yang tinggal di kos atau kontrakan sehingga dianggap menjadi keluarga besar lingkungan tersebut.

Dalam acara tersebut di hadiri oleh mahasiswa UNNES, UNDIP, UDINUS, dan USM (Rep: Sasa/Ed: Afif)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here