Justisia.com – Hari kedua pelaksanaan Pendidikan 4000 Anggota Koperasi ke-15 tahun 2018 yang diselenggarakan di Auditorium II kampus 3 UIN Walisongo menghadirkan sejumlah tokoh inspiratif kenamaan, di antaranya Rano “si Doel” Karno; Mursida Rambe, salah satu pendiri Baitul Maal wa Tamwil (BMT); dan Warsis Mawardi, pemilik bisnis mandiri, Rabu (19/09).

Sesuai dengan tema “Be a Millenial Entrepreneur with Cooperative”,selaku narasumber utama Rano Karno menggambarkan karakteristik generasi milenial yang menurutnya merupakan generasi yang dipenuhi dengan ide-ide serta gagasan-gagasan yang futuristik.

“Generasi milenial mempunyai ide-ide yang brilian dan sangat imajinatif. Mereka memiliki pola pemikiran bahwa nanti jika aku sudah kelar kuliah aku mau ke mana ya, seperti itu,” ungkapnya.

Generasi yang lahir tahun ’80-an dan dijejali dengan segala perkembangan yang ada, menjadikangenerasi milenial cenderung gemar bertanya dan meminta kritik-saran demi terciptanya kemajuan.

“Generasi milenial adalah generasi yang sering bertanya. Kalau mereka tidak bertanya dengan orang maka mereka bertanya dengan alam,” terangnya.

Dari segi kepemimpinan, mereka menyukai pemimpin yang senang memberikan teladan.

“Generasi milenial tidak peduli hierarki dalam bekerja. Dia nggak perlu siapa direkturnya atau manajernya. Tapi kalau dia bisa memberikan teladan, itu adalah pemimpin bagi mereka. Walaupun secara perusahaan ada struktur formalitasnya.”

Ia menambahkan, generasi milenial juga menyukai lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan sehingga mampu mendukungnya untuk melakukan pekerjaan dengan baik.

Namun, tandasnya, tidak semua orang yang terlahir sebagai generasi milenial memiliki karakteristik sebagaimana generasi milenial sepenuhnya. (Harly/Afif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here