Pdt. Tjahjadi: Warisilah Pesan-Pesan Gus Dur

0
136
Kanan ke kiri; Pendeta Tjahjadi Nugroho dan Ketua Tanfidiyah MWC NU Kecamatan Ngaliyan, Anang Purnomo saat sesi pemotongan Tumpeng. Foto: Justisia.

Semarang, Justisia.com – Salah seorang sahabat karib Gus Dur di Semarang, Pendeta Tjahjadi Nugroho menuturkan sosok Gus Dur yang tidak kenal lelah dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaan semasa hidupnya. Hal ini ia sampaikan dalam dalam acara bertajuk Peringatan Haul Gus Dur ke-9 yang diselenggarakan oleh Komunitas Gusdurian UIN Walisongo Semarang di Gedung Pramuka Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Rabu (26/12/2018) malam.

“Perihal agama yaitu tentang kebebasan beragama. Dan hak asasi dalam beragama itu selalu diperjuangkan semasa Gus Dur hidup.”

Pria yang saat ini menjadi salah satu elder di Gereja JAGI (Jemaat Allah Global Indonesia) ini mengatakan, sebenarnya ia dan Gus Dur mempunyai sebuah program sekolah lintas agama yang dibangun.

“Saya dan Gus Dur mempunyai program sekolah lintas agama, sebab kita yakin bahwa Gusti Allah itu hanya satu, baik ketika orang itu melihat dari sebelah kanan, kiri, atas, maupun bawah, Gusti Allah nya itu satu,” tutur Pria yang acap disapa Pak Tjahjadi.

Menurutnya, sosok yang sudah menjadi teman akrab sejak tahun 1987 itu merupakan seorang bapak bangsa yang mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Pria asal Magelang ini juga mengatakan bahwa pesan Gus Dur yang masih ia ingat adalah soal politik itu soal kemanusiaan dan politik itu harus mempertahakan UUD 1945 dan Pancasila demi kesatuan dan persatuan NKRI.

Ia juga berpesan kepada para pemuda utamanya yang berperan aktif dalam komunitas kepemudaan seperti Gusdurian agar mewarisi semangat dan jiwa seorang Gus Dur.

“Jangan cuman grudak-gruduknya saja, tapi warisi nilai semangatnya juga, cinta tanah air, dan cinta agama tapi tidak merusak (baca: jangan fanatik), dan harus jadi rohmatan lil alamin,” pungkasnya. (Rep.Kodriyah/Ed.Aff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here