Mengenal Keindahan Islam

0
239
Gambar: Justisia

Judul Buku : Bernegoisasi dengan Allah

Penulis : Ahmad Najwa Bin Yahya

Cetakan : Cetakan Pertama Agustus 2009

Penerbit : Mumtaz Media

Tebal : ix+199 halaman

Resentator : Lina Mei Tina

Allah telah mendatangkan Islam kepada umat manusia agar manusia memiliki sebuah petunjuk dan arah kehidupan ke jalan yang Allah ridhai. Beralih dari jalan tersebut merupakan sebuah penyimpangan besar dan sudah tentu akan mendatangkan kemurkaan-Nya.

Oleh karena itu, mengapa Allah tidak bisa bernegosiasi dalam hal ini? itu semua karena Islam lah satu-satunya yang akan menjadi kapal dan mengantarkan manusia menuju kenikmatan yang tiada akhir. Allah terlalu mencintai hamba-Nya sehingga Ia pun menurunkan rahmat yang sempurna untuk menyelamatkan manusia yang selalu ingkar pada-Nya.

Buku ini akan mengantar Anda kepada sebuah penyadaran diri akan pentingnya mengenal Allah lebih dekat lagi agar kaum muslimin dapat menggalakkan syariat, agar masyarakat kita terhindar dari berbagai petaka dan musibah yang melanda bangsa, dan kesejahteraan serta kedamaian dapat terealisasi di masyarakat.

Dalam buku ini sang penulis menggambarkan keindahan-keindahan Islam melalui uraian yang singkat. Mulai dari yang pertama yaitu membahas mengenai Aqidah (keyakian) yang mengajarkan agar umat Islam menjadi kuat dan perkasa bak gunung yang kokoh menjulang tinggi ke langit, tak bergeming karena terpaan angin atau badai. Aqidah Al-Quran mengajarkan mereka untuk selalu yakin dan beriman bahwa segala yang ada di langit dan bumi adalah milik Allah, tiada yang dapat menghalangi rezeki yang telah Allah tentukan untuk hambanya dan tiada yang dapat memberi kepada orang yang tidak Allah SWT beri.

Syariat Islam juga mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa beramal guna merealisasikan kepentingannya baik kepentingan dunia atau akhirat. Syariat islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa memiliki semangat baja dan tidak kenal putus asa dalam beramal.

Sang penulis juga menjabarkan mengenai kemasyarakatan dan hubungan dengan makhluk lain. Terciptanya suatu tatanan masyarakat yang saling bahu-membahu, saling tolong-menolong bersatu padu dalam segala keadaan bak satu bangunan yang saling melengkapi dan menguatkan, adalah cita-cita setiap orang. Dan syariat Islam jauh-jauh hari telah menjabarkan berbagai kiat dan metode yang amat efektif dalam menciptakan tatanan masyarakat indah tersebut.

Di antara bukti bahwa syariat Islam amat memperhatikan dan telah mengatur sedemikian rupa agar tercipta suatu tatanan masyarakat idaman ialah firman Allah dalam Q.S An-Nisa: 36 Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan satupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Dan salah satu contoh nyata yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW ialah mengizinkan tetangga kita untuk ikut memanfaatkan halaman atau dinding rumah atau pagar rumah kita, misalnya dengan ikut meletakkan atau menyandarkan kayunya di dinding kita atau serupa.

Dalam bab selanjutnya penulis mengupas mengenai beberapa penyimpangan-penyimpangan besar dan paling sering dilakukan oleh umat Islam yang dapat memicu datangnya murka Allah atau amalan yang tidak bisa dinegoisasi Allah yaitu; syirik, bernadzar untuk selain Allah, menyembelih binatang untuk selain Allah, menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah atau sebaliknya, sihir, perdukunan, dan ramalan, bersumpah dengan nama selain Allah, riya, ghibah (menggunjing), zina, ghuluw (berlebih-lebihan).

Dalam buku ini banyak sekali hal atau pembelajaran yang dapat kita petik karena sang penulis menjabarkan banyak sekali uraian atau permasalahan-permasalahan yang tak jauh dari kehidupan manusia sehari hari, contohnya: jual beli yang dilarang di dalam Islam, pengaruh dosa dalam keseharian, perbedaan musibah dan azab, istropeksi diri, macam-macam jiwa manusia, tentang ibadah, dan perenungan diri.

Ketahuilah wahai Saudaraku, sesungguhnya kita diciptakan untuk suatu urusan yang maha penting, tujuan yang luhur, yang untuk tujuan itulah Allah menciptakan dunia dan seisinya, mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab untuk menyeru kepada-Nya. Tujuan itu adalah untuk beribadah kepada Allah Taala tanpa menyekutukan dengan suatu apapun. Kebutuhan kita untuk beribadah kepada Allah lebih mendesak daripada kebutuhan kita terhadap makan, minum, dan udara. Karena, makanan, minuman, dan udara berfungsi untuk melestarikan badan, sedangkan ibadah berfungsi untuk menegakkan ruh dan badan sekaligus.

Kelebihan Buku :

Penulis dalam menjabarkan uraian atau permasalahan disertai dalil-dalil baik dari Firman Allah ataupun Sunnah Rasul SAW dan para Sahabat sehingga lebih meyakinkan pembaca. Permasalahan yang dijabarkan oleh penulis sering terjadi pada kehidupan kita sehari-hari sehingga lebih dekat dengan kita dan mudah dipahami.

Kekurangan Buku :

Lebih banyak dalil-dalil daripada penjabaran permasalahan, banyak penjabaran yang tidak dikupas tuntas oleh penulis dan masih banyak yang menggantung sehingga membuat pembaca bingung dan penasaran.