Memahami Arti Penting Lagu Permainan Tradisional

0
239

Oleh: Jati Kusumaningrum

Dewasa ini seringkali kita lihat banyak orang yang sering bermain gawai dan sering di media sosial. Tidak hanya orang tua bahkan anak-anak kecil sudah sangat pandai memainkan sebuah gawai, jika dibandingkan dengan anak-anak kecil dahulu sangat berkebalikan. Jika anak-anak jaman dahulu malu untuk mengakui jika menyukai lawan jenis, anak-anak jaman sekarang tidak sungkan untuk memperlihatkan kemesraannya bahkan seringkali mereka mempostingnya di media sosial, jika dahulu mereka lebih suka bermain sepeda onthel, anak jaman sekarang lebih memilih sepeda motor.

Dahulu mereka lebih suka bermain diluar rumah dan berbaur dengan teman-temannya, anak jaman sekarang akan lebih memilih diam di dalam rumah dan bermain dengan gawainya. Mereka akan lebih asyik bermain permainanan yang berada dalam gawai mereka seperti; mobile legeds, clash of clans, dan masih banyak lagi.

Pada akhirnya permainan tradisional akan semakin tergerus oleh permainan-permainan yang ada di gawai. Kita juga sudah jarang menyanyikan bahkan mungkin kita lupa kapan terakhir kali mendengarkan lagu-lagu daerah penghantar permainan tradisional. Tak seperti permainan virtual yang bisa membahayakan kesehatan anak seperti penglihatan akan berkurang, tubuh menjadi kurang gerak dan jari-jari akan merasa kaku.

Kita memang harus bersyukur dengan adanya pekembangan yang semakin canggih namun apabila disalahgunakan juga akan berdampak negatif. Apa yang kita dapatkan dari bermain game virtual yang menjadikan anak untuk malas belajar sehingga pemikirannya akan tumpul dikarenakan sering bermain game daripada belajar. Kemudian lagu-lagu asing yang berkonotasi dewasa mengalahkan lagu-lagu anak.

Belum banyak yang tahu lagu penghantar permainan tradisional seperti ‘’hom pim pa alaium gambreng’’ adalah bahasa yang berasal dari bahasa sansekerta yaitu “semua yang berasal dari Tuhan akan kembali kepada Tuhan, mari kita bermain” . Hal ini membuktikan bahwa anak anak sudah sejak dini diajarkan untuk berpasrah kepada Tuhan, keikhlasan dalam menjalani kehidupan ini serta sikap sportif jika kalah dalam bermain.

Tak hanya itu masih banyak lagu-lagu lain seperti lagu lir-ilir, lagu ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga yang sarat akan makna kehidupan kita dituntun untuk menjalani hidup yang sebenarnya bukan hanya berorientasi padahal dunia saja. Tetapi juga untuk kehidupan yang kekal dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Kemudian ada juga lagu gundul-gundul pacul, yang bermakna bahwa tidak boleh sombong, bahwa orang yang sombong, angkuh dan ceroboh akan membawa kepada kegagalan dan kehancuran. Ini menunjukkan bahwa kita telah diajarkan hal-hal yang positif. Agar menjadi manusia yang beretika, bermoral serta menjadi manusia yang berbudi luhur sejak dini.

Maka tinggal bagaimana kita menyikapi perubahan zaman yang semakin melunturkan kearifan lokal yang ada. Janganlah sampai anak cucu kita hanya melihat permainan tradisional dengan sebuah gawai. Ajarkan dan ajaklah mereka untuk bermain permainan tradisional tersebut untuk menjaga kearifan lokal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here