Kaleidoskop Mild Report Justisia 2018

0
346
Website | + posts

justisia.com – Menuju pergantian tahun 2019 yang hanya menghitung waktu, redaksi Justisia.com mencoba untuk menghadirkan rangkumkan perjalanan redaksi dalam melakukan riset mendalam yang bertajuk indepth di sepanjang tahun 2018. Redaksi memilih untuk menghadirkan lima liputan sepanjang tahun ini yang diseleksi berdasarkan besaran minat baca para penggemar setia Justisia.com.

Rubrik indepth di Justisia.com boleh dibilang masih seumur jagung. Ya, sudah terinisiasi sejak beberapa tahun sebelumnya rubrik Indepth baru benar-benar gowes ke permukaan pada November 2017 dengan mengangkat tema Penghayat Kepercayaan di Desa Candi Garon, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.

Redaksi melihat peluang minat para pembaca terhadap rubrik baru ini. Kemudian menemukan momentum ketika tim melakukan peliputan tentang hajat tahunan komunitas motor antik, vespa di Tembalang, Semarang. Addib dan Yaqin mampu menunjukkan magisnya dengan menghadirkan peliputan bertajuk Java Scooter Extremist yang menyedot perhatian para pembaca hingga menempati urutan pucuk minat pembaca terbanyak.

Redaksi bangga dapat menghadirkan sejumlah peliputan yang informatif dan mendapat sambutan baik dari para pembaca sekalian. Berikut adalah daftarnya:

  1. Vespa dan Makna Sebuah Kehidupan

Dikenal sebagai komunitas yang ugal-ugalan dan tidak taat terhadap tata tertib peraturan lalu lintas, Addib dan Yaqin mencoba menghadirkan sisi lain dari komunitas vespa. Tentang persatuan dan kesetaraan: Satu vespa sejuta saudara. Tentang visi untuk memberikan hiburan kepada masyarakat terutama pengguna jalan. Serta tentang bagaimana hubungan komunitas vespa terhadap kepedulian sosial.

  1. Semak Subur Fasilitas Nganggur

Pembangunan lapangan voli di samping Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) bersama Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang dalam Jawanya sak jek sak nyet dalam merespon keinginan UKM keolahragaan fakultas yang sama. Ketika tim redaksi melakukan peliputan, para pihak terkait saling lepas tangan dari tanggungjawab kebersihan dan perawatan lapangan.

  1. Pengakuan Mantan Teroris, Yusuf Adirima

Kejadian teror beruntun di Surabaya disusul di Sidoarjo pada hari yang sama, kemudian di tempat-tempat lain sesudahnya membuat perbincangan terkait aksi teror dan terorisme muncul sebagai tren sepanjang bulan Mei. Berbagai narasi bermunculan seiring kejadian tersebut. Mantan terorisme mulitinasional, Yusuf alias Yoseph Adirima dengan segala motif yang mendorongnya untuk “berbenah” bersedia memberi kesaksian terkait perjalanannya sepanjang menjadi teroris melalui berbagai medio termasuk diskusi-diskusi.

4.Energi Terbarukan Warga Candi Promasan

Tak ada fasilitas mewah yang bisa dinikmati warga setiap harinya. Jauh dan sulitnya akses menjadi alasanya. Namun, 18 Kepala keluarga tidak kehabisan ide. Mereka menciptakan mikrohidro, generator listrik yang digerakan dengan tenaga debir arus air yang tinggi.

Baru setelah lima tahun sejak pertama kali dibangun, pembangkit listrik dengan tenaga air ini manfaatnya mulai dirasakan masyarakat Promasan.

5. Ide Kuliner Berawal dari Balik Jeruji

Memang stigma masyarakat sebagian memandang Hardadi negatif ketika mantan narapidana berjualan di lingkungannya. Namun sebagian masyarakat juga banyak yang memberinya semangat. Sehingga menjadikannya berubah seperti sekarang.

Dia juga bercerita jika setiap hari Selasa pagi. Ia dan teman-teman pergi ke rutan Salatiga untuk belajar mengaji bersama. Berkat pengalamannya di rutan dulu, ia dapat mengambil hikmahnya. Ada sekitar 4-5 orang karyawan yang dulunya juga sebagai mantan narapidana yang ia pekerjakan di tempatnya. (Redaksi)

Baca juga:  Retno Saraswati: Presidential Threshold Tidak Bertentangan Dengan Konstitusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here