Dekatkan Dengan Mahasiswa Perpustakaan UIN Walisongo Berikan Penghargaan Kepada Pengunjung

0
756
Wawancara dengan Koordinator Pengolahan dan Pengembangan Koleksi, Umar kamis (11/10/18) pagi. foto: Hisbi

Justisia.com – Dalam rangka menumbuhkan minat baca mahasiswa Perpustakaan UIN Walisongo Semarang beri penghargaan pada peminjam buku terbanyak dan mahasiswa yang paling sering berkunjung ke Perpustakaan. Wacana tersebut muncul setelah rapat di Perpustakaan Pusat UIN Walisongo Semarang.

“Saat ada rapat koordinasi pihak perpustakaan yang kebetulan bertepatan dengan hari pelayanan perpustakaan, kemudian muncul wacana untuk mengadakan surprize kepada pengunjung perpus. Saat itu muncul banyak usulan, awalnya diusulkan bagaimana kalau ada penghargaan untuk pengunjung yang paling awal, paling muda, paling tua, dan ada yang paling banyak pinjam serta yang paling banyak mengunjung dan sebagainya,” ujar Koordinator Pengolahan dan Pengembangan Koleksi, Umar kamis (11/10/18) pagi.

“Ahirnya disepakati bahwa yang diberi penghargaan adalah peminjam buku terbanyak dan yang paling sering berkunjung ke perpustakaan,” imbuhnya.

Ia menambahkan alasan diadakannya penghargaan tersebut adalah untuk lebih merekatkan pihak perpus dengan mahasiswa yang berkunjung.

“Rencana kita kemarin hanya untuk merekatkan perpustakaan dengan pemustaka. Dengan adanya hari pelayanan perpustakaan tersebut dikira tepat untuk memulai komunikasi dan membuka kran komunikasi antara pemustaka dengan pengelola, kalau sudah ada tindakan konkreat dari tindakan pertama, saya kira nanti ke dua, ke tiga itu juga akan lancar,” ujar pria asal Jepara tersebut.

Baca juga:  Disertasi Kontroversial Abdul Aziz Harus Disikapi Secara Akademis

Penghargaan tersebut di tujukan untuk mahasiswa aktif UIN Walisongo Semarang Pada periode pertama ini (Januari-September). Penghargaan pertama diberikan kepada Muhammad Zuhri Ramadan mahasiswa S2 sebagai pengguna yang paling banyak melakukan transaksi peminjaman buku Ia melakukan pinjaman buku sekitar 118 buku. Lila Sahula Nurrizki sebagai pengguna yang paling sering berkunjung pada UPT perpustakaan UIN Walisongo.

Penghargaan pada periode ini, perpustakaan baru bisa memberikan kenang-kenangan, namun untuk ke depannya akan memberikan penghargaan yang lebih menarik lagi, karena agenda ini akan berlanjut di setiap semester yang akan datang.

“Sebenarnya kita hanya ingin menunjukkan ke pemustaka bahwa pihak perpustakaan ikut memperhatikan aktivitas pemustaka di perpustakaan, kita memberikan hadiah , kita memberikan surprize, kita memberikan reword itu ya apa adanya yang ada di perpustakaan, karena memang kita belum pernah menganggarkan apa yang akan diberikan sebagai reward pada pemenang,” tutur pria berumur 49 tahun itu. .

Umar juga menjelaskan bahwa teknis penilaian yang dilakukan berdasarkan kuantitas “Penilaian secara kuantitas, melalui data base, dari pihak teknisi sudah mensortir data yang ada. Sasarannya hanya untuk mahasiswa yang masih aktif saja, jadi yang sudah lulus itu tidak di hitung,”

Baca juga:  Ultras Garuda, Bukti Kesetiaan pada Negeri

Tim penilainya itu dari pihak perpustakaan sendiri, jadi hasil dari sortir pada data base yang dibuat dalam bentuk file exel itu yang menjadi rujukan siapa yang berhak atas penghargaan tadi. Namun, sampai saat berita diunggah di justisia.com, kami belum menerima data yang dijanjikan oleh pihak perpustakaan akan dikirim melalui surel. (Red: Arifan/Hisbi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here