Dirjen Pendidikan Islam: Pembangunan Infrastruktur Jadi Fokus Utama

0
111
Nomor lima dari kiri ke kanan, Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. Phil Kamaruddin Amin didampingi Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Muhibbin dalam acara simbolisasi pembukaan Groundbreaking 8 gedung baru UIN Walisongo Semarang./Foto: Afif/Justisia

Semarang, Justisia – Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Phil Kamaruddin Amin menyatakan, pembangunan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri bagi perkembangan mutu pendidikan di Indonesia baik tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi.

“Saya kira ini adalah karakter atau ciri khas negara berkembang di manapun bahwa infrastruktur pendidikan masih menjadi tantangan utama pendidikan kita,”. Ungkap Kamaruddin saat memberi sambutan di acara Groundbreaking 8 gedung baru UIN Walisongo Semarang, Selasa (14/08).

Anggaran pendidikan masih didominasi oleh pengeluaran pembiayaan pengembangan infrastruktur. Sedangkan untuk pendanaan pengembangan sumber daya manusia, tata kelola dan pengembangan penelitian masih relatif rendah.

“Ini yang saya kira perlu kta fahami bersama-sama, anggaran pendidikan Indonesia di atas 450 triliun secara nasional, tetapi kalau melihat uji mutu dan kualitas kita masih tertinggal dari negara-negara lain,”. Papar pria kelahiran Bontang tersebut

Kamaruddin menegaskan, ketika pembangunan infrastruktur telah usai dan anggaran pendidikan terfokus kepada pengembangan mutu, pendidikan di Indonesia akan mengalami kemajuan yang signifikan.

Ketika semua ini sudah selesai kita akan memproduksi ilmu pengetahuan dan melakukan penelitian secara masif, sehingga lahirlah sejumlah ilmu-ilmu dan penelitian baru yang spektakuler,. Pungkasnya. (Dera/Afif)