Solihul Hadi : Belajar Tilawah Sejak Dini

1
728
Foto bersama Ustad Solihul Hadi dengan peserta dalam acara Seminar Tilawah Nasional bersama Qori' Internasional sekaligus Pembina Qori' Jawa Tengah Ustadz Sholihul Hadi bertema "Mengurai Keindahan Dasar Tilawah Melalui 7 Nagham Al-Quran yang bertempat di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo, Selasa (21/03).
+ posts
Foto bersama Ustad Solihul Hadi dengan peserta dalam acara Seminar Tilawah Nasional bersama Qori’ Internasional sekaligus Pembina Qori’ Jawa Tengah Ustadz Sholihul Hadi bertema “Mengurai Keindahan Dasar Tilawah Melalui 7 Nagham Al-Quran yang bertempat di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo, Selasa (21/03).

Dalam acara Milad UKM JQH ke-23 Ustadz Solihul Hadi mengisi Seminar Tilawah Nasional bersama Qori Internasional sekaligus Pembina Qori Jawa Tengah Ustadz Sholihul Hadi bertema Mengurai Keindahan Dasar Tilawah Melalui 7 Nagham Al-Quran yang bertempat di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo, Selasa (21/03).

Reportrter justisia.com mewawancarinya mengenai pengalaman belajar tilawah sejak dini.

Ketika masih duduk di bangku pendidikan dasar pada tahun 1999, pria kelahiran Kota Kretek telah memperoleh banyak prestasi dalam perlombaan di tingkat kabupaten.

Kini pria berpeci hitam itu bertempat tinggal di Jetak Kedungdowo Rt. 07/Rw. 04, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudusmeng mengatakan

Lambat laun, beliau tambah berprestasi dalam seni baca Al-Quran dari tingkat kabupaten menjadi provinsi sampai internasional.

Apa yang mempengaruhi bapak untuk terjun di dunia tilawah ?

Orang yang mendorong untuk terjun di dunia tilawah, pertama Karena ibadah yang utama adalah orang yang belajar kitab suci serta mengajarkannya. Seperti dalil :

خيركم من تعلم القران علمه

Artinya :

Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.

Sejak kapan bapak menekuni karier di dunia tilawah ?

Sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas tiga sudah mengikuti lomba MTQ tingkat kecamatan dan mendapatkan juara dua. Setelah itu, prestasi beliau meningkat ke tingkat kabupaten, nasional dan internasional.

Apakah ada sosok yang memotivasi bapak untuk mengarungi di dunia tilawah ?

Sosok yang menjadi motivator sang tokoh inspirator tersebut yaitu Ustadz Muamar serta guru-guru di desanya meliputi Ustadz hanif, Ustadz Sholeh, Ustadz Nasrul Nafis dan sebagainya. (BUKHORI/LESEN)

Baca juga:  Perjalanan Karir Guru Besar UIN Walisongo ke-16

1 KOMENTAR

  1. Apakah ada sosok yang memotivasi bapak untuk mengarungi di dunia tilawah ?
    Sosok yang menjadi motivator sang tokoh inspirator tersebut yaitu Ustadz Muamar serta guru-guru di desanya meliputi Ustadz hanif, Ustadz Sholeh, Ustadz Nasrul Nafis dan sebagainya.
    Ralat : Yang benar Guru saya sejak MI adalah : Ayah saya sendiri (Jasiran Basidin); Guru di MI Tarbiyatush Shibyan (Ustdz Nasron Nafi’, Ustdz Ahmad Shidiq, Ustdz H. Kasrin Asyrofi Abdul Ghony, Ustdz H. Abdul Fatah, Ustdz Sukandar Muslihan); Guru dari Jamiyyah PARIS (Persatuan Remaja Islam) di Desa kami Ustdz Muhammad Sahly; Ustadz dari LPTQ Provinsi Jawa Tengah Ustdz H. Noor FAqih Fanani, S.Ag., Ustadz H. Muhammadun Zain (alm.), Ustdzah Hj. Siti Zainatun, S.Pd.I. , Ustdz Drs. H. ZAenal Anwar, Ustdzah Hj. Mushthofah, Ustdzah Hj. Siti Asiyah, S.Ag. M.Pd.I.; Pernah berlatih/berguru dan dibimbing oleh Qori’/ah Nasional/Internasional : dari Jawa Timur; KH. Yusuf Dawud, KH. Drs. Saiful Munir, dari Jakarta: Ustdzah Nyai Hj. Dra. Maria Ulfah, MA., KH. Nasrullah Jamaluddin, Lc. KH. Drs. Ahmad Muhajir, KH. Ahmad Fathoni, Lc., KH. Dr. Yusnar Yusuf, KH. Drs. Mursyid,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here