Akhir yang Indah Pangeran Poldi di De Mannschaft

0
179

 

dok.dfb.de

Standing ovation dilakukan oleh seisi Stadion Signal Iduna Park. Pada menit ke 84 Lukas Podolski melepaskan ban kapten diserahkan kepada Thomas Muller.

Bahasa tubuhnya bak gladiator yang sudah semestinya turun gelanggang. Podolski berjalan tenang menuju pinggir lapangan. Musik karya Hanz Schiemer menjadi pengiring seiring dengan derap langkahnya menuju bench yang terus diputar oleh operator suara di stadion. Tepuk tangan itu terus mengiringi Podolski hingga duduk di bangku deretan para pemain.

Pria kelahiran Gislev, Polandia pada tahun 1985 itu memutuskan untuk gantung sepatu membela Der Panzer di usia 31 Tahun. Pertandingan persahabatan melawan Timnas Inggris, Senin (23/3) dini hari merupakan laga penghormatan sekaligus laga pamungkas bagi dirinya. Pada partai tersebut Lukas berhasil mencetak gol semata wayang untuk kemenganan Jerman di menit 69.

Memulai debut di timnas senior Jerman pada usia 19 tahun dua hari. Roger Vurder pelatih Jerman pada masa itu memperkenalkan kepada publik luas, bahwa akan ada legenda yang berposisi sebagai penyerang dari FC. Koln.

Sejak tahun musim 2001/2000 ia bergabung dengan Timnas Jerman U-17, 2002/2003 masuk ke U-18. Lukas Josef Podolski di tahun berikutnya bergabung U-19. Semenjak 2004 ia membela U-21 dan debut bersama Timnas Senior Jerman.

Torehan selama ia membela Die Mannschaft 130 caps dan 49 gol (transfermarkt.com) sejak debut pertama 6 Jui 2004.

Selama membela Der Panser, Podolski merasakan tiga Piala Dunia (2006, 2010, dan 2014) serta empat gelaran Piala Eropa (2004, 2008,2012, dan 2016). Ia memperoleh gelar berupa Juara Piala Dunia 2014, Runner Up Piala Dunia 2006, Runner Up Piala Eropa 2008.

Permainan ciamiknya di Piala Dunia 2006 diganjar dengan penghargaan pemain muda terbaik di gelaran 4 tahunan itu.

Pangeran Poldi julukan baginya kini telah telah gantung sepatu membela panji De Mannschaft setelah 14 tahun mengabdi untuk Timnas Jerman. Pilihan ini bukan tanpa pertimbangan, Prinz Poldi paham betul karakter Joachim Loaw yang hobi mengorbitkan pemain-pemain muda. Junior Lukas Podolski, seperti Thomas Muller, Julian Draxler, Andre Shchurle. (trf/bol/jua/)