Friday, September 21, 2018

Jeritan Lantangmu

Jeritan Lantangmu.. Suara yang begitu mengheningkan Suara menusuk kedalam gendang telingaku Memaksa sungai-sungai mengalir membasahi wajah Saat keheningan malam tiba Aku masih teringat persis Ketika semua diam membisu kecuali detik-detik yang selalu bingung berputar Semua...

Oh Sahabatku

  Hatiku murka! Otakku ngilu! Dalam hati Ingin mengadu. Mengadu domba? Entah mengadu siapa Hamba tersungkur. Tersungkur kura-kura Jidatku merona. Seindah mahkota sakura Jariku mengepal kepal ingin menelan Kukira madu dalam dekapan Katup mataku memejam Hati...

Merdeka ??

Susahnya merdeka di Negeri tercinta

R.I.N.D.U

      Oleh: Alhilyatuz Zakiyah Fillaily Beberapa puisi telah ku tulis untuk-mu. Tapi rasanya belum menemukan yang pantas untuk kau baca. Tetapi ada baiknya, ada manfaatnya. Engkau, membuat lembar-lembar buku-ku penuh. Juga menghibur kesendirian-ku...

Pesan Tanpa Suara

  oleh : Saefulloh   Bagaikan matahari yang tenggelam dalam waktu Seperti bulan yang diterkam  ketiadaan Kau bersujud tanpa kata Bercak mata yang begitu deras Bagai hamparan samudera nan luas Kau bungkamkan kata yang seharusnya...

Dua Mata Dewa

Edelweis, Rais   Pagi, menjelang matahari sepenggalan Di pendakian lengang Rais menenun mimpi Di perhelatan puisi Samar-samar suara seraknya membacakan mantra Gurindam dengan larik-larik di kukus makna Menjelang siang Terdengar getar di saku matanya Dua kerinduan...

BACA LAINNYA