Cahaya Ilmu

Kelu bibir tak sanggup berkata Mata engan memejam dalam kegelisahan Kelok hari nan kian memuai Melampaui batasan sanubari Cahaya nan silau... Menerka gelapnya pengetahuan Berkgelut dengan pemikiran nan elok Bersandar dan berlari Menuju arah yang pasti Menyelubung dalam cahaya yang permai Berderma dengan pengetahuan nan kian nyata Tanpa dikau apalah dayaku.... Yang tak berari tanpa adanya...

Melodi Perdamaian

Oleh: M.Nur Arif Afendi   Bisikanmu adalah suaraku Nadamu adalah nadiku Damaimu tantanganku Syukurmu menjadi senyumku Amanmu wujud bahagiaku   Nada tangga ketegangan Berbisik dengan rindangnya hutan Gertakan, Hentakan, bahkah Pijakan Gertakan ketakutan Hentakan dalam jiwa Pijakan pada Tuhan Tuhan Kuselipkan syair malu dariku, untukmu, untuk kita semua Agar tetap dalam satu melodi.. Melodi perdamaian   Dalam detik rintik mencekik Menjulang tinggi kerikil mengigil Air...

Melodi Perdamaian

Bisikanmu adalah suaraku Nadamu adalah nadiku Damaimu tantanganku Syukurmu menjadi senyumku Amanmu wujud bahagiaku   Nada tangga ketegangan Berbisik dengan rindangnya hutan Gertakan, Hentakan, bahkah Pijakan Gertakan ketakutan Hentakan dalam jiwa Pijakan pada Tuhan Tuhan Kuselipkan syair malu dariku, untukmu, untuk kita semua Agar tetap dalam satu melodi.. Melodi perdamaian   Dalam detik rintik mencekik Menjulang tinggi kerikil mengigil Air datang bersamaan menenggelamkan Kemarahan...

Tangga ke-18

Mendaki tangga berikutnya Sebentar saja ku ingin bertanya Tentang arti 18 ini? Apakah kau sebut resolusi-resolusi baru? atau kau hanya ingin menyusurinya dengan langkah seperti yang lalu? Kaupun terus bertanya tentang kehendak Tuhan Apa yang akan diskenariokan pada tangga ini? Padahal kau harus meraba pada diri sendiri Sudahkah resolusimu yang lalu terealisasi? Atau...

Lengan Kanan

Sebuah ruang yang jauh Tak dapat seorangpun masuk Kecuali lengan kanan-mu saja untuk membuka Lalu bunga bermekaran Jiwa menghisap dalam-dalam Di Keramaian Susah menjadi aku Di Keramaian Kau selalu datang Sebab, kau yang pertama datang Desember Setiap waktu melahirkan keniscayaan Jasad Ruh Menjadi seseorang Menjadi genap mencintai seseorang Hingga Desember, hingga tak ada jejak langkah Habislah Apa yang pertama Ialah kejujuran Mencicipi kue tart Rasa...

Belaian Mama

Pagi itu dingin menusuk lewat jendela kamarku Dengan pancaran cahaya kecil matahari Ditemani rintihan hujan kecil yang tak kunjung berhenti Mengingatkanku pada kepingan-kepingan kecil kenangan mamah Yang tak pernah lepas membekas dalam benak dan kamarku   Belaianmu Mama.. Membekas merayu dalam senyum Mengalir dalam tangis yang terendam Meraba diri yang penuh dendam Iya dendam.....

BACA LAINNYA