Secangkir Kerinduan

  Oleh: Faisal Aku melihatmu mengabur di ujung senja Gaun putih yang kau pakai beradu mesra dengan angin Langkah kecil itu meninggalkan secangkir kerinduan Hidangan ketakutan akan hal terburuk yang pernah ada Yang pada akhirnya menjadi hologram era robotik mendatang Ada namun tak dapat ku pegang Kau percaya kerinduan adalah hal terburuk...

Melodi Perdamaian

Oleh: M.Nur Arif Afendi   Bisikanmu adalah suaraku Nadamu adalah nadiku Damaimu tantanganku Syukurmu menjadi senyumku Amanmu wujud bahagiaku   Nada tangga ketegangan Berbisik dengan rindangnya hutan Gertakan, Hentakan, bahkah Pijakan Gertakan ketakutan Hentakan dalam jiwa Pijakan pada Tuhan Tuhan Kuselipkan syair malu dariku, untukmu, untuk kita semua Agar tetap dalam satu melodi.. Melodi perdamaian   Dalam detik rintik mencekik Menjulang tinggi kerikil mengigil Air...

Uraian Sebuah Makna

Pernah... merasakan degup jantung yang kian kencang Tak terasa hati mulai berbicara, perasaan kiaan menggebu Kasih... Anugrah dari-Nya yang tak ternilai oleh hebatnya angka setulus merpati menyampaikan salam hangat Cinta... Sebuah kata singkat namuun tak pernah terbaikan Bagi mereka yang layaknya sepasang merpati putih Penuh kenyamanan takkan binasa oleh waktu Di penghujung pengorbanan akan...

Dua Mata Dewa

Edelweis, Rais   Pagi, menjelang matahari sepenggalan Di pendakian lengang Rais menenun mimpi Di perhelatan puisi Samar-samar suara seraknya membacakan mantra Gurindam dengan larik-larik di kukus makna Menjelang siang Terdengar getar di saku matanya Dua kerinduan membludak Membentuk cekung wajah Tuhan dan bapak   “ Tuhan dan bapak begitu tampan”.   Atas rasa gatal yang semakin mengental Rais turun...

Belaian Mama

Pagi itu dingin menusuk lewat jendela kamarku Dengan pancaran cahaya kecil matahari Ditemani rintihan hujan kecil yang tak kunjung berhenti Mengingatkanku pada kepingan-kepingan kecil kenangan mamah Yang tak pernah lepas membekas dalam benak dan kamarku   Belaianmu Mama.. Membekas merayu dalam senyum Mengalir dalam tangis yang terendam Meraba diri yang penuh dendam Iya dendam.....

Pengorbanan

Awan kelabu menyapa dengan anggun Tetes demi tetes air pun terjun Tapak demi tapak kaki ini melangkah kedepan Tak peduli akan badai yang menghadang Dengan diiringi gemericiknya air hujan Berjalan menuju laut sebrang Menjemput masa depan Mengubur dalam-dalam masa lalu Terus melangkah menuju hidup baru Walaupun dengan keterpaksaan Tapi, apa daya Demi kebaikan Apapun akan dilakukan Walaupun...

BACA LAINNYA