Friday, July 20, 2018

Kota Lamaku, Memahat Pilu

Oleh: Alhilyatuz Zakiyah Fillaily Kau pernah menjelma bengis Lautmu airmata menghujani tanah-tanah Gedung-gedung membisu menghilang dari pikiran anak-anak Kemudian lara menjelma patung-patung, yang menyinggahi masing-masing diri Kehangatan memulai memenuhi jiwa Sekarang, bukan melawan!...

Kedua Bola Mata

Adalah petualanganku memahami bahasa yang rumit

Cahaya Ilmu

Kelu bibir tak sanggup berkata Mata engan memejam dalam kegelisahan Kelok hari nan kian memuai Melampaui batasan sanubari Cahaya nan silau... Menerka gelapnya pengetahuan Berkgelut dengan pemikiran nan elok Bersandar dan berlari Menuju arah yang...

Melodi Perdamaian

Oleh: M.Nur Arif Afendi   Bisikanmu adalah suaraku Nadamu adalah nadiku Damaimu tantanganku Syukurmu menjadi senyumku Amanmu wujud bahagiaku   Nada tangga ketegangan Berbisik dengan rindangnya hutan Gertakan, Hentakan, bahkah Pijakan Gertakan ketakutan Hentakan dalam jiwa Pijakan pada Tuhan Tuhan Kuselipkan syair...

Melodi Perdamaian

Bisikanmu adalah suaraku Nadamu adalah nadiku Damaimu tantanganku Syukurmu menjadi senyumku Amanmu wujud bahagiaku   Nada tangga ketegangan Berbisik dengan rindangnya hutan Gertakan, Hentakan, bahkah Pijakan Gertakan ketakutan Hentakan dalam jiwa Pijakan pada Tuhan Tuhan Kuselipkan syair malu dariku, untukmu,...

Tangga ke-18

Mendaki tangga berikutnya Sebentar saja ku ingin bertanya Tentang arti 18 ini? Apakah kau sebut resolusi-resolusi baru? atau kau hanya ingin menyusurinya dengan langkah seperti yang lalu? Kaupun terus bertanya tentang kehendak...

BACA LAINNYA