Saturday, November 18, 2017

Cinta yang Buta

aku hanya bisa berterima kasih yang tiada tara atas nasehatmu, menjadikanku memiliki semangat juang yang tinggi, dan semoga semangat ini selalu terkobar layaknya api yang tak kunjung padam. Tiada lain yang kutorehkan dari lubuk hati ini, bahwa aku mencintaimu.

Sarapan Pagi

Ibu memberikan penawar kesedihanku tapi penawar itu hanya sementara malahan aku harus menangis yang berkepanjangan

Kang Muayyad (Bagian 2)

Oleh: Salwa Nida Pena para santri berhenti menghiasi kitab kuning gundulnya, doa menjadi penutup malam ini, dan mbah Yai harus segera istirahat kembali. Kang Rais sebagai santri ndalem...

Kang Muayyad (Bagian 1)

Oleh: Salwa Nida Srek, srek, srek... para santri bergegas menuju kamar masing-masing. Seketika masjid pondok tampak sepi. Lampu-lampu neon yang biasanya menerangi ruangan terbuka itu mati semua, tinggal...

Han’s Chocolatos

Sepertinya aku dilanda dingin yang luar biasa di sini, entah. Mungkin karena kota lama dengan terik matahari yang menyengat sudah biasa menerpaku. Chocolatos panas jua tak menghiraukan kedinginanku.

“HAN” Bagian 2

Lirihku yang kemudian memiliki bunyi juga, setelah menabur beribu kata dalam hati.

BACA LAINNYA