Pembohong Besar

Aku ingin lupa, ingin lupa caramu tetap tersenyum saat aku memaki. Ingin lupa caramu memperhatikanku saat aku tidak peduli. Ingin lupa suara rendahmu saat meyakinkan ketulusanmu yang aku anggap omong kosong. Ingin lupa caramu bertahan untukku saat aku sudah berteriak untuk menjaga jarak. Aku memilih lupa. Namun otakku memilih untuk menerima.

Purnama Terakhir

Ratusan purnama telah berlalu dengan rasa terpendamku padamu. Lalu kau hadir mengakhiri hitungan purnama kesendirianku. Membuatku menghitung purnama untuk alasan yang lain. Akhirnya kau menyadari keberadaanku. Harapanku membumbung terlalu tinggi untukmu.

Jemari lentik dan Gitar kecil (Bag -2 )

Justisia.com "Syukuri apa yang ada... hidup adalah anugrah... tetap jalani hidup ini... melakukan yang terbaik... Tuhan pastikan menunjukkan kebesaran dan kuasanya... bagi hambanya yang sabar... dan tak...

Ada Getuk?

Hah? Sangkuriang? Apakah dia anakku Sangkuriang? Tapi kenapa tidak mengenaliku? Ah pasti dia Sangkuriang lain. Mustahil sekali rasanya jika anakku datang ke rumahku, ujarku dalam batin

Satu Rasa Berjuta Lara

Oleh: Riska Nur Fadila Justisia.com Senja sore ini tampak tak begitu indah. Langit sedang tak bersahabat untuk bersanding dengan warna jingga. Bahkan matahari-pun malu untuk mengatakan kepada langit...

BACA LAINNYA