Wadyabala Justisia Berhasil Meraih Prestasi Akademik

0
49

Justisia. com- Sidang senat terbuka dalam acara prosesi wisudawan ke 73 UIN Walisongo Semarang, dua wadyabala Justisia berhasil meraih prestasi akademik. Yaitu Khoirul anwar dan Jaedin. Keduanya berhasil meraih tesis dan skripsi terbaik tingkat Universitas Walisongo.

Prestasi yang digapai Khoirul Anwar tidak lepas dari aktivitas keseharianya yang menuntutnya untuk bekerja keras, belajar, membaca, dan juga menulis. Sesuai capaian yang telah dirainya baik sebagai wisudawan terbaik maupun tesis terbaik tingkat universitas, pria yang disapa Awang oleh kawanya itu menceritakan, hasil yang diraih tidak lepas dari pengalaman ia di organisasi termasuk di Justisia. Lembaga yang memang mendorong Awang giat membaca dan melatih menulis.

“Hasil ini bagian dari buah yang sudah saya tanam semenjak di justisia. selama di Justisia saya diajarkan menulis dengan baik dan benar sesuai metode kepenulisan. Selian menulis, kita juga diberi kajian lalu mendiskusikan. Jika kita sudah terbiasa melakukan kegiatan semacam ini, maka bukan sesuatu yang sulit, membuat sebuah karya. Seperti menulis makalah, skripsi, maupun tesis,” ungkap pria yang juga pernah meraih skripsi terbaik semasa Sarjana di Fakultas Syariah dan Hukum Uin Walisongo Semarang.

Pria yang pernah menjabat Pimred jurnal Justisia periode 2014-2015 ini menceritakan, agar bisa menulis tidak bisa dilakukan sekali dua kali “Butuh pemaksaan diri supaya bisa menulis, setelah memaksa diri maka akan terbiasa untuk menulisnya, maka di Justisia merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa untuk berproses” ujarnya saat ditemui di kantor ELSA, Semarang (10/10).

Lembaga Justisia kata Awang tidak hanya dididik menjadi seorang akademisi atau penulis, ia mencontohkan rekan maupun seneornya yang sudah membentang di berbagai sektor. Baik menjadi akademisi, politisi, penegak hukum, pengusaha dan profesi lain. Semua itu menurutnya tidak lepas ketika mereka bergelut di organiasasi Justisia.

“Seperti Sumanto Al qurtubi yang menjadi dosen di Saudi Arabia, ada Ngainirichard sebagai anggota DPDR Jawa Tengah, Chusnunia Chalim yang sekarang jadi wakil Gubernur Lampung, dan Wiwit sebagai Komisionir KPK, ini membuktikan bahwa Justisia bisa masuk di berbagai bidang,” imbuhnya.

Selain Awang, Pimpinan Umum Justisia priode 2017-2018 Jaedin. Ia berhasil meraih prestasi akademik tingkat Universitas. skripsi berjudul “Akibat Hukum Perkawinan Bagi Penyandang Difabel Mental Tinjauan Maqosidus Syariah”buah karyanya, mengantarkan ia sebagai skripsi terbaik tingkat Universits Walisongo Semarang pada prosesi wisudawan pada 6 September 2018 kemarin.

Senada dengan Awang, prestasi yang telah diraih Jaedin dengan skripsi terbaik merupakan hasil selama ia berproses di justisia. ia percaya kalau hasil tidak akan menghianati proses. Selama di Justisia ia mau tidak mau harus menulis, membaca, dan diskusi. Karena ketiganya menurutnya merupakan kewajiban mahasiswa.

Aktifnya Jaedin di organisasi salah satunya di Justisia sama sekali tidak mengganggu kegiatan akademiknya di bangku perkuliahan. “saya tidak merasa terhambat, justru dengan organisasi yang salah satu kegiatanya diskusi dapat menambah perspektif baru di kelas ketika berdiskusi dengan teman dan juga dosen,” pungkas pria asal Brebes tersebut. Rep. ink/aff