Muhibbin: Tidak Ada Alasan Khusus Dua Rektor dari Universitas Negeri di Semarang Jadi Narasumber dalam Studium General

0
75

Semarang, justisia.com – UIN Walisongo mengadakan Studium General pertama di tahun 2018 di Auditorium II Kampus III. Studium General yang dijadwalkan Kamis – Jumat (30-31 Agustus 2018) ini mengundang narasumber dari dua Universitas Negeri di Semarang.

Narasumberdi hari pertama diisi oleh Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H, M.Hum (Rektor Universitas Diponegoro). Adapun di hari berikutnya, diisi oleh Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum (Rektor Universitas Negeri Semarang).

Terkait dijadikannya narasumber dua tokoh tersebut. Rektor UIN Walisongo, Muhibbin menyatakan tidak adanya alasan khusus terhadap pengundangannya.

“Secara khusus tidak ada alasan mendasar mengundang dua tokoh tersebut. Sesama rektor disini supaya mahasiswa kita kenal, diantara UIN, UNDIP, UNNES saling tahu,” jelas Muhibbin saat ditemui setelah stadium general.

StudiumGeneral yang bertemakan hukum dan pendidikan ini, mengaitkan kedua hal tersebut dengan pertahanan NKRI.

Menyadari maraknya paham radikalisme, Muhibbin menjabarkan bahwa anti radikalisme merupakan program bersama.

“Karena Islam yang kita ajarkan adalah Islam yang moderat. Islam yang rahmatan lil alamain bukan Islam yang menakut-nakuti, Islam yang memaksa sehingga orang lain tidak phobia terhadap Islam,” jelas Pria yang pernah menjabat Dekan Fakultas Syariah tersebut.

Dia menegaskan sesungguhnya umumnya adalah hukum. Kemudian dikaitakan dengan pertahanan NKRI biar mahasiswa ada kebutuhan tentang nasionalisme.

Studium General di hari pertama ini ditujukan kepada mahasiswa dari FSH, FISIP, FEBI, dan FST. Ketika ditanyakan tentang hubungan mahasiswa FST (Fakultas Sains dan Teknologi) dengan materi yang bertemakan hukum.

Orangnomor satu di UIN Walisongo ini menguraikan, karena kampus hanya mengundang dua narasumber, dan hari kedua akan diisi Rektor UNNES dengan tema umum pendidikan. Intinya, mahasiswa yang mengikuti Studium General di hari pertama berhak tahu tentang hukum, begitupun dihari berikutnya.

“Untuk pemenuhan materi akan dilakukan pada saat kuliah, karena sekarang ini adalah kuliah umum,” tukasnya. (Salwa/Wahib)