Dunia dalam Genggaman Twitter

0
51
sumber foto: coretan film

Judul : Republik Twitter

Sutradara : Kuntz Agus

Produser : Ajish Dibyo, Fauzan Zidni, Isaac Zikri, Evra Fadillah

Pemeran : Laura Basuki, Abimana Aryasatya, Ben Kasyafani, Tio Pakusadewo

Distributor : Amalina Pictures – RupaKata Cinema

Durasi : 90 menit

Tanggal Rilis : 16 Februari 2012

Negara : Indonesia

Bahasa : Indonesia

Resenator : Syaifurrohman

Tahun 2012 merupakan masa kejayaan Twitter. Dari situlah Kuntz Agus mencoba mengangkat Twitter kedalam layar lebar dengan dibalut politik dan cinta. Film ini menceritakan seorang mahasiswa di Joga bernama Sukmo (Abimana Aryasatya) yang setiap harinya bermain twitter dengan nama @lorosukmo. Suatu hari Sukmo memutuskan untuk ke Jakarta untuk menemui Hanum (Laura Basuki) yang dikenalnya melalui twitter dengan nama @DyahHanum. Hanum dan Sukmo intens menjalin komunikasi lewat twitter. Sukmo pergi ke Jakarta bersama temannya Andre (Ben Kasyafani). Hanum sendiri merupakan wartawan di salah satu Majalah di Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, Sukmo memutuskan untuk bertemu Hanum di salah satu caf. Namun sebelum bertemu Hanum di caf, Sukmo melihat pemandangan ketika Hanum bertemu teman laki-lakinya yang berpenampilan rapi dan itu membuat Sukmo tidak percaya diri untuk menemui Hanum. Sukmo lantaran mengurungkan niatnya untuk bertemu Hanum. Lantaran kejadian tersebut Sukmo memutuskan untuk meminta maaf kepada Hanum lewat twitter.

Cerita Dibalik Dunia Twitter

Tiba-tiba Sukmo mendapat pekerjaan dengan keahliannya yaitu mengelola bisnis 140 karakter kata di Twitter lewat Belo (Edy Oglek). Pekerjaan Sukmo sederhana yaitu mengelola akun-akun penting dari poitisi, selebritis hingga calon Bupati. Kehidupan Sukmo berubah drastis ketika sudah terjun di bisnis tersebut.

Awal pekerjaan Sukmo dengan mem-branding Arif Cahyadi melalui twitter. Karena dengan mem-brand lewat twitter akan dengan sendirinya terkenal di twitter itu sendiri dan di dunia nyata. Sukmo sendiri hanya bertugas untuk menjadikan Arif Cahyadi sebagai tranding topic. Sukmo dan teman-teman hanya mengelola kata untuk menge-tweet tentang Arif Cahyadi. Diikuti akun robot atau akun anonym yang hanya untuk sekedar meretweet. Sukmo sendiri merasa enjoy dengan pekerjaannya. Hanya dengan bermodalkan twitter bisa merubah segalanya dalam sekejap.

Beberapa jam kemudian atau bisa dibilang 1×24 jam Arif Cahyadi menjadi tranding topic dengan bermodalkan 140 kata di twitter dengan hastag #ArifCahyadi. Itu menjadikan awal pekerjaan Sukmo didalam dunia twitter.

Sederhan saja dalam konsep menjadikan seseorang tranding topic, hanya bermodalkan cuwitan dan disusul hastag. Lalu orang-orang meretweet atau meng-tweet akan menjadikan apapun mudah untuk menjadi tranding topic. Di dunia nyata sekalipun seseorang sudah membicarakan yang menjadi tranding topic tersebut.

Hanum sendiri sedang melakukan sebuah liputan dengan isu kampanye terselebung lewat media sosial twitter. Namun Hanum merasa kesal karena idenya diambil oleh temannya Azis. Lalu Hanum cerita dengan Sukmo mengenai masalahnya. Hanum merasa apa yang dilakukan Azis sudah tidak sehat dengan mengambil idenya. Karena menjadi wartawan investigasi menjadi impian Hanum dari dulu tapi terhalang ulah dari Azis.

Sukmo bertemu dengan Big Boss membicarakan bisnis twitter. Dan big boss menyampaikan bahwasanya Arif Caahyadi puas sama hasil yang dikerjakan Sukmo dan teman-teman. Setelah menjadikan Arif Cahyadi sebagai bahan pembicaraan. Arif Cahyadi sendiri ingin menjadi Gubernur DKI Jakarta, dan Sukmo dkk diminta untuk memainkan isu untuk meyakinkan publik. Bahwasanya Arif Cahyadi layak dan pantas menjadi Gubernur. Dan kali ini dengan #ArifCahyadi4DKI1 harus bisa menjadi tranding topic seperi halnya kemarin.

Pertemuan yang Merubah Segalanya

Sukmo akhirnya memutuskan untuk berani menemui Hanum di caf seperti kemarin. Namun Sukmo lebih memiih untuk menjadi orang lain ketimbang menjadi diri sendiri. Namun Hanum bukan malah senang tapi malh ilfil dengan penampilan Sukmo. Dalam pertemuan tersebut Hanum menceritakan bahwasnya dia ingin berhenti menjadi seorang wartawan. Tetapi Sukmo berusaha meyakinkan kepada Hanum untuk tetap menjadi wartawan.

Ketika Hanum memutuskan untuk mengundurkan diri. Tiba-tiba Sukmo datang menemui Hanum untuk memberi berita penting mengenai #ArifCahyadi4DKI1. Sukmo memberi tahu bahwasanya itu hanya settingan belaka, dengan membikin akun anonim dan melempar isu ke masyarakat. Setelah mendengar apa yang dipaparkan Sukmo, Hanum memutuskan untuk tidak berhenti. Dan menjadikan #ArifCahyadi4DKI1 sebagai liputan utama.

Sukmo sendiri masih menjalankan tugasnya dibalik twitter. Namun kali ini Sukmo dkk lebih menjaga alur pola Arif Cahyadi untuk menjadikan masyarakat tidak cepat lupa dengan namanya. Ini adalah strategi baru dalam memainkan isu bahkan untuk mendomplaing sebuah nama agar lebih terkenal dibandingkan sebelumnya.

Dalam dirkusus Hanum dan Sukmo, Hanum mempertanyakan kenapa Sukmo mau membuka semua rahasianya kepada Hanum. Lalu Sukmo menjelaskan sejak awal datang ke Jakarta untuk membangun sebuah komitmen. Itu yang menjadikan Sukmo mau menjadi narasumber dari Hanum tapi identitas narasumber harus di anonimkan. Tapi Hanum tidak menepati janji dan malah membongkar semua identitas di dalam majalah yang diterbitkan Hanum.

Twitter dapat mengendalikan semua orang. Twitter pula bisa merubah seseorang menjadi pembohong yang baik di dunia maya. Karena dunia twitter berbeda dengan dunia nyata. Twitter dapat menggenggam mudah dunia yang tidak bisa dilakukan oleh kebanyakn orang di dunia nyata.